Breaking News:

Virus Corona di Sampang

Pemkab Sampang Prioritaskan Program Perbaikan Jalan Penghubung Kecamatan Kedungdung dan Banyuates

Pemerintah Kabupaten Sampang kini fokus dan memprioritaskan perbaikan jalan penghubung dua kecamatan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kondisi jalan penghubung dua kecamatan Kedungdung dan Kecamatan Banyuates atau ruas jalan Kedungdung dan Bringkoning, Kabupaten Sampang, Madura, Kamis (3/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Program peningkatan infrastruktur di Kabupaten Sampang, Madura terus berjalan meski virus corona tetap mewabah di Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Sampang kini fokus dan memprioritaskan perbaikan jalan penghubung dua kecamatan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Dua kecamatan di antaranya, Kecamatan Kedungdung dan Kecamatan Banyuates atau ruas jalan Kedungdung dan Bringkoning yang hingga saat ini dilakukan.

Perbaikan jalan di dua kecamtan tersebut menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Sampang karena merupakan kawasan petani yang produktifitasnya bagus.

Baca juga: Siti Badriah Sering Tolak Ajakan Krisjiana untuk Bercinta, Nikita Mirzani Langsung Semprot : Dosa!

Baca juga: Ketua Pemuda Pamekasan Sayangkan Aksi Massa Geruduk Rumah Ibunda Mahfud MD, Minta Polisi Usut Tuntas

Baca juga: Bareskrim Polri Tangkap Ustaz Maaher di Rumahnya, Nikita Mirzani: Tunggu Giliran Gue yang Laporin Lo

Baca juga: Cara Cek Penerima BPUM di Link Banpres eform.bri.co.id/bpum, Ini Panduan Pencairan BLT Bantuan UMKM

Sehingga, dinilai membutuhkan prasarana yang bersifat layak guna memenuhi kebutuhan para petani setempat sebagai akses jalan utama.

Kepala Bidang (Kabid) Fisik dan Prasarana Badan Penelitian dn Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Sampang, Abdul Rahman mengatakan, bahwa semenjak pandemi covid-19 program pembangunan tidak dapat terealisasi.

"Tapi program perbaikan jalan penghubung Kedungdung-Bringkoning tersebut tetap direalisasikan guna memenuhi kebutuhan petani setempat," ujarnya kepada TribunMadura.com, Kamis (3/12/2020).

Bahkan guna mempercepat proses pembangunan yang dimulai sejak 2017 itu, Pemkab Sampang menganggarkan biaya pada setiap tahunnya.

Untuk tahun 2017 dianggarkan senilai Rp2,5 miliar bersumber dari DAU dengan ruas jalan 1,3 kilometer dan 2019 dianggarkan Rp. 5,7 miliar bersumber dari DAK dengan ruas jalan 2,8 kilometer.

Kemudian, perbaikan pada 2020 Pemkab Sampang kembali kucurkan Rp 5,79 miliar yang difungsikan ke 2,0 kilometer bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Baca juga: 1 Keluarga Dalam Elf yang Terbakar di Tol Madiun-Nganjuk Hendak Melayat Orang Meninggal di Madura

Baca juga: Satu Mobil Elf Terbakar dalam Kecelakaan di Tol Madiun-Nganjuk, Tiga Warga Pamekasan Meninggal Dunia

Baca juga: Daftar BLT dan Bansos yang Diperpanjang di 2021, Ada BLT BPJS, BLT UMKM, BST PKH dan Kartu Prakerja

Baca juga: Detik-detik Mencekam Rumah Ibunda Mahfud MD Digeruduk, Sang Adik: Sesama Madura, Keluarlah Mahfud!

Lalu, dari Badan Pengembangan Wilayah Surabaya (BPWS) senilai Rp 5,39 miliar tahun 2020 dengan ruas jalan 2,65 kilometer, dan dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2020 sebesar Rp 1,5 miliar dengan ruas jalan 0,1 kilometer.

"Jadi di 2020 saja sudah terbangun kurang lebih 4,805 kilometer dan program ini akan berlanjut ke 2021 sebab, jalan penghubung Kedungdung Bringkoning memang dibutuhkan oleh petani," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved