Breaking News:

Berita Surabaya

Pelapor di Polda Jatim Berharap Ustadz Maaher At Thuwailibi Dapat Hukuman Setimpal

Sekretaris Jenderal PGN Jatim Waluyo Wasis Nugroho berharap Ustaz Maaher At Thuwailibi bisa dihukum dengan seberat-beratnya.

Penulis: Syamsul Arifin | Editor: Elma Gloria Stevani
Istimewa via Wartakota
Maaher At Thuwailibi 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Soni Ernata alias Ustaz Maaher At Thuwailibi ditangkap penyidik Subdit 2 Dittipid Siber Bareskrim Polri. Maaher ditangkap setelah dilaporkan menghina kiai NU, Habib Luthfi bin Yahya.

Ternyata, Maaher juga pernah dilaporkan di Polda Jawa Timur karena dugaan menghina Presiden ke 4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Gus Dur disebut buta.

Laporan ini dibuat oleh Ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) Jatim.

Baca juga: Kebiasaan Kentut Sule saat Bangun Tidur Terungkap, Nathalie Holscher Sudah Terbiasa : Paling Menarik

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan Hari Ini Sabtu 5 Desember 2020: Bertambah 35 Pasien

Baca juga: Libur Panjang Akhir Tahun, Pemkot Malang Imbau Warga Tetap di Rumah dan Waspada Peningkatan Covid-19

Baca juga: Bertambah Lagi, Anggota DPRD Kabupaten Lamongan Terpapar Virus Corona Jadi 7 orang

Baca juga: 6 ASN Pemkot Malang Positif Covid-19, Balai Kota Disemprot Disinfektan

Baca juga: Pilkada Serentak 2020 Tinggal Menghitung Hari, Ketua KPU Tuban Fatkul Iksan Terpapar Covid-19

Sekretaris Jenderal PGN Jatim Waluyo Wasis Nugroho mengapresisasi langkah Polri yang telah menangkap Ustaz Maaher At Thuwailibi.

Waluyo Wasis Nugroho berharap Ustaz Maaher At Thuwailibi bisa dihukum dengan seberat-beratnya.

"Jadi hukum maksimal, kalau jaksa hanya mendakwa 4 sampai 5 tahun, ini bisa 12 sampai 15 tahun, jadi ke depan tidak ada yang sembarangan," ujarnya, Sabtu, (5/12/2020). 

Waluyo Wasis Nugroho berharap seluruh pihak bisa mengambil pelajaran dari ditangkapnya Ustaz Maaher At Thuwailibi agar tidak mudah melontarkan ujaran penghinaan. 

Apa lagi dengan kalimat yang tidak pantas sehingga memicu perpecahan di tengah masyarakat.

"Saya harap ini selesai. Semoga ini jadi pelajaran bagi siapapun yang merasa dirinya tokoh untuk mengakhiri polemik ujaran kebencian ini, apalagi dia mengaku sebagai ulama jangan sampai dia menyebar kebencian kepeada golongan yang lain," imbuhnya.

Tak hanya itu, Waluyo Wasis Nugroho juga ingin ujaran kebencian seperti yang dilontarkan Ustaz Maaher At Thuwailibi tak terulang kembali. 

"Didiklah generasi kita ke depan dengan seorang yang bagus, bermoral, dan mengajarkan kasih sesuai dengan yang diajarkan Rasullulah SAW. Agar tercipta kedamaian umat, persatuan antar pemeluk agama, dan kebhinekaan yang terjaga," tambahnya.

Sebelumnya, Waluyo Wasis Nugroho mengatakan laporan ini dilayangkan karena menilai cuitan akun Twitter @ustadzmaaher_ tidak pantas. Maaher diduga menghina sejumlah ulama dan tokoh bangsa.

Cuitan yang dimaksud Waluyo saat Maheer menyebut Gus Dur adalah 'Kiai Buta', serta mengatakan Habib Luthfi bertambah cantik karena mengenakan kerudung atau kain serban.

Namun, saat ditelusuri di akun @ustadzmaaher_ cuitan itu diduga telah dihapus.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved