Breaking News:

Berita Sampang

Pengembangan Wisata Pulau Mandangin Sampang Terkendala Lahan, Anggaran Rp 40 M Terpaksa Dibagi Dua

Pengembangan destinasi wisata di Pulau Mandangin,Kabupaten Sampang, Madura, terkendala lahan.

Youtube/Yosa
Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Pengembangan destinasi wisata di Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Madura, terkendala lahan.

Lahan yang direncanakan Pemerintah Kabupaten Sampang untuk pembentukan sejumlah wisata tersebut merupakan milik perusahaan migas Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).

Rencananya, lahan itu akan dibangun sejumlah wisata, di antaranya wisata religi Ragapadmi dan Bangsacara, wisata pasir putih, dan wisata diving serta snorkeling.

Baca juga: Pohon Setinggi 6 Meter Tumbang di Kecamatan Mulyorejo Surabaya, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat

Baca juga: Tanggapan Keluarga Mahfud MD soal Penangkapan Pelaku Ancaman Pembunuhan: Proses Hukum Tetap Berjalan

Baca juga: Antisipasi Aktivitas Gunung Semeru Kembali Meningkat, Warga Diimbau Segera Mengungsi saat Malam Hari

Akibatnya, sebagian dana sebesar Rp 40 miliar yang akan diperoleh dari kucuran pemerintah pusat dibagi untuk pembentukan destinasi wisata lain.

Pelaksana Tugas (Plt) Disporabudpar Sampang, Imam Sanusi mengatakan, sejak awal lahan milik HCML yang berada di Pulau Mandangin itu dipergunakan buntuk pengembangan sektor pendidikan dan kesehatan.

Sehingga, saat ini anggaran Rp 40 miliar itu dilakukan revisi ulang dan diajukan ke pemerintah pusat.

"Jadi anggaran puluhan miliar itu akan di bagi dua dengan pembentukan wisata lain, untuk saat ini masih proses pengajuan ke pemerintah pusat" ujarnya kepada TribunMadura.com, Minggu (6/12/2020).

Rencananya, pembentukan wisata baru ini berlokasi di Desa Taddan Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, tepatnya di dekat Kampus Poltera.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Jawa Timur: Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Terjadi Sepekan ke Depan

Baca juga: Gunung Semeru Kembali Muntahkan Awan Panas, Masa Darurat Bencana Diperpanjang hingga 14 Desember

"Rencana pembangunan wisata yang akan dilakukan seperti rumah makan, kolam pancing, dan sebagainya," terangnya.

Ia menambahkan, untuk pembangunannya otomatis menunggu dana tersebut turun, sehingga pihaknya berharap tahun ini sudah ada keputusan dari pemerintah pusat.

"Tentunya kita menunggu anggarannya, kalau sudah cair, tahun depan bisa segera dilakukan perencanaan pembangunannya," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved