Berita Sampang
Antisipasi Gagal Panen Padi, Petani Sampang Diminta Lapor Penyuluh Jika Tanamannya Terserang Hama
Petani diminta mewaspadai serangan hama untuk menjaga produktifitas hasil panen padinya.
Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Menjelang akhir tahun 2020, hama menghantui para petani di Kabupaten Sampang, Madura.
Petani diminta mewaspadai serangan hama untuk menjaga produktifitas hasil panen padinya.
Catatan Dinas Pertanian Sampang, selama 11 bulan, terdapat ratusan hektar tanaman padi yang rusak terserang hama.
Baca juga: Dokter di Tulungagung Meninggal Karena Covid-19, Diduga Tertular Corona dari Sesama Tenaga Medis
Baca juga: Pesta Inex di Room Karaoke dan Hotel Wiraraja Pamekasan, Dua Wanita dan 6 Laki-Laki Ditangkap
Baca juga: Kota Blitar Kembali Masuk Zona Merah Covid-19, Tinggalkan Zona Oranye Mulai Selasa 8 Desember 2020
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pertanian Sampang, Suyono mengatakan, mulai Januari hingga November 2020, ada 260 hektar tanaman padi di Sampang.
Menurutnya, sejauh ini hama yang menyerang tanaman padi milik petani di Kota Bahari merupakan jenis hama blas pyricularia dan wereng.
"Jenis hama blas pyricularia dan wereng memang sering menyerang tanaman padi milik petani di Sampang," ujarnya kepada TribunMadura.com, Selasa (8/12/2020).
"Di tahun sebelumnya (2019) saja ada kurang lebih 300 hektare tanaman padi milik warga terserah hama yang sama," imbuhnya.
Maka dari itu, agar jumlah lahan tanaman padi yang terserang hama tidak semakin meluas, para petani wajib meningkatkan kewaspadaannya, terlebih tidak terjadi gagal panen.
"Kalau di musim penghujan populasi berbagai jenis hama meningkat karena terrjadi kelembapan suhu yang cukup tinggi," terang Suyono.
Baca juga: Cara Mengecek Daftar Nama Pemilih Pilkada Serentak 2020, Bisa Pakai PC Maupun Smartphone
Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Selasa 8 Desember 2020, Jawa Timur Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang
Ia menjelaskan, mayoritas hama tersebut menyerang di bagian batang hingga daun padi milik para petani.
Sehingga, kemungkinan besar tanaman akan rusak bila sudah terserang hama.
Para petani diminta segera melaporkan kepada tim peyuluh di daerah masing-masing bila ada tanda-tanda terkena hama.
"Selama, ini serangan hama rata-rata berada di Kecamatan Kota, Jrengik, Kedungdung dan Tambelangan," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/tanaman-padi-milik-petani-sampang.jpg)