Breaking News:

Virus Corona di Kediri

Pemkab Kediri Siapkan Langkah Strategis Antisipasi Klaster Covid-19 Libur Natal dan Tahun Baru 2021

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri akan mengeluarkan sejumlah langkah strategis untuk antisipasi libur Natal dan Tahun baru 2021.

Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/FARID MUKARROM
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr Bambang Triyono, Selasa (15/12/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri akan mengeluarkan sejumlah langkah strategis untuk antisipasi libur Natal dan Tahun baru 2021.

dr Bambang Triyono mengatakan bahwa pihaknya melakukan berbagai langkah strategis untuk mencegah penyebaran virus corona dan lahirnya klaster baru.

"Kami akan melakukan rapat koordinasi tentang penerapan aturan di tempat-tempat keramaian yang berpotensi memicu terjadinya penyebaran Covid-19," ujarnya.

Baca juga: Nathalie Holscher Labrak Wanita Lain yang Kirim DM Instagram Sule, Diam-diam Balas: Aku Voice Note

Baca juga: Komentar Rizky Billar Sang Gebetan Lihat Lesty Kejora Ubah Penampilan: Padahal Itu Daya Tariknya Dia

Baca juga: Daftar Harga iPhone Paling Terbaru dan Populer Desember 2020: iPhone 12, iPhone SE, hingga iPhone 11

Baca juga: Jadwal Acara TV RCTI, Net TV, SCTV, Trans TV Rabu 16 Desember Lengkap Ikatan Cinta dan Samudra Cinta

Kemudian salah satu isi aturan yang akan dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Kediri menurut dr Bambang adalah larangan berkerumun dan datang ke tempat wisata.

"Besok kita tindaklanjuti dengan rapat di Dinkes terkait penerapan aturan di tempat keramaian, kerumunan, ada batasan waktu, ada imbauan semua masyarakat tidak ke tempat wisata dan sebagainya," terang dr. Bambang.

Masih kata dr Bambang langkah tersebut ditempuh Dinkes, mengingat beberapa waktu terakhir kasus Covid-19 di Kabupaten Kediri cukup banyak.

Dinkes Kabupaten Kediri akan menyiapkan ruang isolasi tambahan, rumah sakit darurat serta sarana prasarana maupun Sumber Daya Manusianya (SDM).

"Konkritnya besok, kita rapat di Gugus Tugas Kabupaten Kediri. Ada komitmen bareng satuan tugas SKPD terkait merumuskan apa saja yang perlu dituangkan. Apakah itu dalam bentuk surat edaran, SK Bupati dan sebagainya yang mengatur baik terhadap ASN maupun masyarakat," imbuhnya.

Sejauh ini menurut dr. Bambang, trend peningkatan kasus Covid-19 belakangan ini dipicu oleh faktor tracing yang massive dilakukan.

Baca juga: Pertengkaran Sagitarius Berkobar hingga Virgo Frustrasi, Ramalan Zodiak Cinta Rabu 16 Desember 2020

Baca juga: Kota Malang Kembali Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Pemkot Kembali Gencarkan Operasi Yustisi

Baca juga: 3 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang Tutup Sementara

Baca juga: Aries Sibuk, Taurus Semangat, Cancer Energik dan Cekatan, Simak Ramalan Zodiak Rabu 16 Desember 2020

"Saat ini kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara mandiri semakin meningkat. Masyarakat melakukan rapid maupun swab tes secara mandiri, setelah mereka merasa gejala maupun pulang dari bepergian ke luar kota," tuturnya.

Bambang berharap dengan banyaknya kasus membuat masyarakat semakin waspada. Pemerintah daerah tidak bermaksud untuk menakut-nakuti warga. 

Pasalnya, lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi belakangan ini tidak hanya di Kabupaten Kediri melainkan terjadi pula di kabupaten dan kota lain.

"Dengan lahirnya aturan yang akan kita rumuskan nanti, kami berharap menjelang libur Natal dan Tahun Baru kasusnya tidak naik lagi. Tetapi bisa kembali menurun dan landai kembali," harapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved