Breaking News:

Berita Magetan

BREAKING NEWS - Polres Magetan Selidiki 2.000 Kotak Amal yang Diduga Danai Teroris Jamaah Islamiyah

Polres Magetan angkat bicara soal 2.000 kotak amal yang diduga untuk pendanaan jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) tersebar di 12 daerah. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Elma Gloria Stevani
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi Teroris 

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Polres Magetan angkat bicara soal 2.000 kotak amal yang diduga untuk pendanaan jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) tersebar di 12 daerah. 

Pihak kepolisian mengaku masih melakukan penyelidikan.

"Kami hanya sebatas lidik, mengumpulkan data, mengumpulkan informasi. Karena, yang punya kewenangan adalah tim penyidik dari Mabes Polri," kata Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana, ketika dihubungi, Kamis (17/12/2020) sore.

Namun, ia membenarkan berdasarkan penyelidikan memang benar terdapat kotak amal seperti yang dimaksud, tersebar di sejumlah tempat di Magetan. 

"Ada di tempat- tempat pelaku usaha. Ada yang di warung makan, toko kelontong," katanya.

Baca juga: Pembangunan Shelter Covid-19 di Ponorogo Dapat Penolakan Pengrajin, Pemkab Sudah Siapakan Langkah

Baca juga: Aura Kasih Dikabarkan Gugat Cerai Sang Suami, Eryck Amaral Langsung Bereaksi saat Anaknya Disinggung

Baca juga: Teddy Dikabarkan Sudah Jual Satu per Satu Aset Milik Lina, Sule Pasang Badan untuk Putri: Hati-hati!

Baca juga: Hari yang Suram Bagi Sagitarius hingga Pisces Gembira, Intip Ramalan Zodiak Jumat 18 Desember 2020

Ia mengatakan, sama seperti dengan keterangan yang disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono, pada Kamis (17/12/2020), kotak amal tersebut berbentuk kotak kaca dengan rangka kayu. 

"Semuanya sama, tidak ada ciri-ciri khusus, semuanya tersamar seperti kotak amal pada umumnya," jelasnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu instruksi atau petunjuk dari Mabes Polri, terkait dengan temuan tersebut, sembari mengumpulkan data di lapangan.

"Kami masih menghimpun data di lapangan, dan kami kooridinasikan dengan penyidik Mbes Polri. Pokoknya kami siap memback up, karena yang punya kewenangan, termasuk yang tahu terkait aliran dananya, adalah penyidik dari Mabes Polri," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono, menyampaikan, Kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) diduga mendanai aksinya dengan mengumpulkan dana lewat kotak amal atas nama sebuah yayasan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved