Virus Corona di Malang
VIRAL Kondisi Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Rujukan, Dirawat di Luar Ruangan Karena Overload
Beredar sebuah foto di media sosial Twitter yang menggambarkan kondisi pasien Covid-19 yang sedang dirawat di luar ruangan.
Penulis: Mohammad Rifky Edgar | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Belakangan ini, beredar sebuah foto di media sosial Twitter yang menggambarkan kondisi pasien Covid-19 yang sedang dirawat di luar ruangan.
Dalam foto tersebut menyebutkan bahwa lokasinya berada di Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang.
Humas RSSA Malang, Donny Iryan mengaku, belum bisa memastikan dari mana sumbernya foto-foto yang telah tersebar tersebut.
Baca juga: Ruang Isolasi RS Saiful Anwar Malang Penuh, 83 Bed Terisi Pasien Covid 19, IGD Masih Terima Pasien
Baca juga: Rumah Sakit Saiful Anwar Malang Konfirmasi Video Viral Pasien Covid-19 Berusaha Kabur dari RS
Baca juga: Aktivitas Ibadah saat Natal di Sidoarjo Diperbolehkan, Tak Ada Pembatasan Keluar Masuk Wilayah
Akan tetapi, dia membenarkan suasana dalam foto itu menyerupai dengan yang ada di ruangan paviliun pasien Covid-19 di Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang.
"Kami belum bisa memastikan foto-foto tersebut dari mana sumbernya," kata dia, Sabtu (19/12/2020).
"Tapi kalau dilihat dari kondisinya dilihat dari gambar yang ada sangat menyerupai dengan IGD incovid kami," ucapnya.
Donnie mengatakan, terkait dengan tingkat okupansi yang terjadi di RSSA Malang, pihaknya memastikan kalau keterisian bed bagi pasien Covid-19 di RSSA memang sangat tinggi. Yakni di angka 85 persen.
Dengan kondisi tersebut, maka pasien yang ada di IGD tidak bisa masuk ke ruang perawatan Covid-19. Hasilnya pasien hanya dirawat di IGD saja.
"Okupansi yang tinggi tersebut membuat ruang perawatan atau ruang isolasi kami penuh," jelasnya.
"Foto-foto yang diambil itu mungkin pada saat terjadi stagnasi pasien yang ada di IGD, sehingga sampai melebar," ucapnya.
Penuhnya okupansi tersebut membuat RSSA Malang sampai memodifikasi ruangan IGD yang biasanya hanya untuk 20 bed, menjadi 30 bed.
Pihaknya juga memodifikasi ruangan-ruangan di sekitar incovid sebagai ruang perawatan agar bisa menampung pasien Covid-19.
Total ada penambahan 53 bed isolasi hasil modifikasi ruang yang dilakukan oleh RSSA Malang.
"Sebelumnya ada 83 bed bagi pasien Covid-19. Kemudian kami tambah lagi 53 bed hasil modifikasi ruangan dengan melihat okupansi pasien Covid-19 yang cukup tinggi," ucapnya.
Meski ada penambahan jumlah bed, Donnie mengakui kalau pihaknya belum bisa memaksimalkan penambahan bed tersebut.