Virus Corona di Malang
Rumah Sakit Saiful Anwar Malang Konfirmasi Video Viral Pasien Covid-19 Berusaha Kabur dari RS
Insiden pasien Rumah Sakit Saiful Anwar Malang kabur sempat terekam dalam video dan menjadi viral di media sosial.
Penulis: Mohammad Rifky Edgar | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Rumah Sakit Saiful Anwar Malang membenarkan adanya pasien rumah sakit yang kabur.
Insiden pasien Rumah Sakit Saiful Anwar Malang kabur sempat terekam dalam video dan menjadi viral di media sosial.
Direktur Utama Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, Kohar Hari Santoso mengatakan, pasien itu merupakan seorang perempuan.
• Diduga Pasien Covid-19 Kabur dari Rumah Sakit dan Dikejar Petugas Medis, Viral Terekam dalam Video
• Sehun dan Chanyeol EXO Punya Kesan Pertama Negatif Satu sama Lain saat Jadi Trainee SM Entertainment
• Inilah Daftar Lembaga Negara di Indonesia, 18 di Antaranya Bakal Dibubarkan Jokowi dalam Waktu Dekat
Kohar Hari Santoso menjelaskan, pasien itu sebelumnya menjalani persalinan pada tanggal 12 Juli 2020 di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang.
Dia menyampaikan, pasien tersebut merupakan pasien dengan status terkonfirmasi Covid-19 virus corona.
Menurut Kohar Hari Santoso, pasien menjalani isolasi mandiri setelah menjalani persalinan melalui operasi caesar.
"Iya benar," kata Kohar Hari Santoso melalui rilis yang diterima SURYAMALANG.COM ( grup TribunMadura.com ), Rabu (15/7/2020).
"Perempuan itu merupakan merupakan pasien kami yang sedang keluar pada Selasa (14/7) kemarin," ucapnya.
Kohar Hari Santoso mengungkapkan, pasien itu keluar dari RSSA Malang karena takut membayar biaya rumah sakit karena dirawat di ruang VIP.
• Kapal Perang Milik TNI AL Tenggelam di Perairan Masalembu Sumenep, Disebut Mengalami Kebocoran
• Fenomena Matahari Tepat di Atas Kabah Terjadi Selama 2 Hari, Simak Penjelasan Ahli Astronomi
Ruangan tersebut sebelumnya merupakan ruang Paviliun VIP yang kini difungsikan sebagai ruangan khusus isolasi bagi pasien Covid-19.
Selain itu, alasan lain yang membuat perempuan tersebut keluar, disampaikan oleh dr Kohar, karena alasan psikis.
"Pasien ini mengkhawatirkan putra-putrinya yang ada di rumah, karena tidak bisa bertemu siapa-siapa saat berada di ruang isolasi," ucapnya.
Ketika hendak keluar, pasien terdeteksi oleh CCTV dan akhirnya diamankan oleh petugas dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.
"Setelah itu pasien kami bujuk dan dievakuasi ke ruang isolasi RSSA," katanya.
"Dan proses evakuasi itu membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit," tandasnya.
• Istilah ODP PDP OTG Kasus Konfirmasi Direvisi, Ini Perbaruan dan Penjelasan Definisi yang Baru
• Wali Kota Malang Sutiaji Sebut PDP Lebih Baik Dimasukkan Dalam Kategori Pasien Covid-19 Virus Corona
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/video-berisi-pasien-diduga-covid-19-kabur-dari-rumah-sakit.jpg)