Breaking News:

Berita Mojokerto

Jelang Tahun Baru, Satpol PP Kota Mojokerto Segel Cafe Tak Berizin & Bubarkan Kerumunan di Empunala

Satpol PP Kota Mojokerto melakukan penyegelan sebuah cafe di depan pemandian Sekarsari Jalan Empunala, Kecamatan Magersari.

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Petugas Satpol PP membubarkan kerumunan orang di dalam cafe sekaligus menyegel cafe KofiBrik yang belum mengantongi izin usaha dan Sertifikat SLO. 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Menjelang Tahun Baru 2021, Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto melakukan penyegelan sebuah cafe di depan pemandian Sekarsari Jalan Empunala, Kecamatan Magersari.

Penyegelan dilakukan lantaran pemilik cafe KofiBrik nekat beroperasi meski belum mengantongi izin usaha dan Sertifikat Layak Operasi (SLO) yang wajib dimiliki sebagai standar protokol kesehatan dalam situasi pandemi Covid-19.

Selain melakukan penyegelan, petugas gabungan Satpol PP, TNI/ Polri juga melakukan penegakan protokol kesehatan di cafe KofiBrik pada Sabtu malam (26/12/2020) sekitar pukul 22.30 WIB.

Baca juga: Cegah Covid-19, Polres Kediri Bakal Bubarkan Kerumunan Warga Rayakan Pesta Tahun Baru

Baca juga: Personel Gabungan Operasi Yustisi dan Rapid Test di Kafe dan Alun-alun Bangkalan, 2 Orang Reaktif

Baca juga: Kompetisi Internal di Sampang Berakhir Ricuh, Pemain Adu Jotos, PSSI Hentikan Turnamen Sepak Bola

Baca juga: Tatapan Aburizal Bakrie ke Nia Ramadhani yang Bergelayut Manja Terekspos, Jins Bolong Ramai Komentar

Kasatpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan sesuai koordinasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pihaknya sudah melayangkan surat peringatan terhadap pemilik kafe agar melengkapi perizinan terlebih dahulu sebelum beroperasi, pada Kamis (24/12/2020. Akan tetapi, pengelola cafe KofiBrik justru mengabaikan dan tetap membuka usahanya pada Rabu 2 Desember 2020.

"Kami sudah melayangkan surat peringatan terkait izin cafe yang belum lengkap dan pelanggaran protokol kesehatan karena kerumunan pengunjung tidak menjaga jarak," ungkapnya, Minggu (26/12/2020).

Dodik menyebut pihaknya melayangkan dua surat sekaligus yang ditujukan pemilik cafe yaitu peringatan dilarang membuka usaha sebelum SLO terbit dari satuan Gugus Tugas Covid-19 dan surat izin usaha dari DPMPT Kota Mojokerto.

"Izin usaha melalui OSS (Online Single Submission) ditindaklanjuti dengan TDUP (Tanda Daftar Usaha Pariwisata) sehingga tidak hanya NIB (Nomor Induk Berusaha)," jelasnya.

Menurut dia, tindakan tegas membubarkan kerumunan dan menyegel cafe KofiBrik dengan memasang garis penanda Satpol line.

Dia juga mengimbau pengelola segera menuntaskan perizinan agar dapat kembali beroperasi dan terpenting wajib menerapkan Prokes untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca juga: Terekam CCTV, Duo Maling di Kota Malang Jatuh Usai Angkat Pipa Besi Curian, Sudah Beraksi Lima Kali

Baca juga: Kerumunan Geng Motor di Kota Kediri Dibubarkan Petugas Gabungan, Gelar Balap Liar saat Musim Corona

Baca juga: Warga Kota Madiun Terinfeksi Covid-19 Capai 73 Orang Dalam Sepekan

Baca juga: Cancer Egois, Taurus Tulus dan Sagitarius Kasar, Intip Ramalan Zodiak Cinta Minggu 27 Desember 2020

"Kami lakukan penyegelan karena pengelola sudah diingatkan namun tetap melanggar," ucap Dodik.

Ditambahkannya, pihaknya memberikan rekomendasi pada DPMPTSP dalam pertimbangan izin usaha cafe KofiBrik lantaran pengelola tidak kooperatif dan seakan menyepelekan surat peringatan tersebut.

"Kami terpaksa membubarkan paksa saat itu terkait pengelola cafe dapat kembali membuka usahanya setelah memperoleh izin usaha dan Sertifikat SLO," tandasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved