Breaking News:

Virus Corona di Malang

Puluhan ASN Positif Covid-19, Mulai Besok Gedung Black Office di Kota Malang Ditutup Selama Dua Hari

Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang terkonfirmasi positif Covid-19. Gedung Black Office ditutup selama dua Hari

Penulis: Mohammad Rifky Edgar | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD RIFKY EDGAR
Wali Kota Malang, Sutiaji (tengah) saat ditemui wartawan TribunMadura.com, Selasa (29/12/2020). 

TRIBUNMADURA.COM - Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal tersebut diketahui, setelah Pemkot Malang melakukan swab tes secara bertahap kepada para ASN.

Dari hasil swab tes tersebut, diketahui 22 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Perhubungan Kota Malang dan tiga ASN yang berkantor di Block Office positif Covid-19.

"Empat hari lalu kami lakukan swab test secara periodik kepada seluruh ASN di Jalan Bingkil, Block Office dan kantor lain. Hasilnya ada puluhan ASN yang positif," ucap Kabag Humas Pemkot Malang, M Nur Widianto, Selasa (29/12).

Akibat kejadian tersebut, Wali Kota Malang Sutiaji langsung memerintahkan untuk melakukan proses sterilisasi di Block Office

Gedung yang terletak di Jalan Mayjend Sungkono tersebut akan ditutup pelayanannya selama dua hari mulai tanggal 30-31 Desember 2020.

"Penutupan dilakukan untuk sterilisasi. Jadi pelayanan harus ditutup. Baru dibuka kembali tahun depan di tanggal 1 Januari 2021," ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji menambahkan, bahwa kasus pertama yang terjadi tersebut dari salah satu ASN yang awalnya merasakan hilangnya indera penciuman dan perasa.

Meski telah merasakan hal tersebut, ASN tersebut tetap masuk, yang mengakibatkan rekan satu ruangan di tempat dia bekerja terpapar Covid-19.

"Memang awalnya dari situ. Terus dia ketahuan. Setelah dilakukan swab satu ruangan terpapar," ucapnya.

Atas kejadian itu, selain memerintahkan untuk sterilisasi ruangan, Sutiaji jugs memerintahkan ASN di Dishub dan Block Office untuk melakukan Work From Home (WFH).

Dirinya juga melarang Aparatur Sipil Negara untuk melakukan Isolasi mandiri di rumah, agar nantinya tidak menyebarkan virus ke anggota keluarganya di rumah.

"Kami sudah lama melarang untuk isolasi mandiri di rumah. Isolasi bisa dilakukan di safe house atau di Rumah Sakit Darurat Lapangan," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved