Breaking News:

Berita Sumenep

Total 4 Kecamatan di Sumenep yang Rawan Banjir, BPBD Sumenep Ungkap Penyebab dan Beri Imbauan

Total ada 4 Kecamatan di Sumenep yang masuk dalam kategori rawan banjir. Hal ini berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh BPBD Sumenep

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Banjir yang melanda jalan protokol di Kabupaten Sumenep, Madura, Selasa (5/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Total ada 4 Kecamatan di Sumenep yang masuk dalam kategori rawan banjir.

Hal ini berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep

Daerah tersebut rawan banjir, terutama saat musim hujan tiba.

BPBD juga memberikan imbauan kepada warga mengenai kebersihan lingkungan agar tidak banjir.

Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman Riadi menyebutkan terdapat 4 (empat) kecamatan masuk kategori rawan banjir.

Baca juga: AC Milan Jadi Klub Paling Berkembang di Seluruh Eropa Urutan 20, Siapa 10 Besarnya?

Baca juga: Kodim Pamekasan Lakukan Pendisiplinan Prokes di Monumen Arek Lancor dan Terminal Ronggosukowati

Baca juga: Baru Layani Pembeli, Pengedar Sabu di Sokobanah Sampang Ditangkap Polisi, Bungkus Rokok Jadi Bukti

Keempat kecamatan tersebut diantaranya, Kecamatan Lenteng, Batuan, Bluto dan Kecamatan Kota Sumenep.

Daerah tersebut katanya, rawan banjir pada saat musim penghujan.

Sebab tidak dapat menampung aliran air cukup tinggi, sehingga mengakibatkan air meluap ke samping.

"Daerah itu di antaranya, Desa Cangkreng, Sendir (Lenteng), Desa Babbalan, Torbang (Batuan), Kali Marengan Daya dan sepanjang jalan A. Yani Kecamatan Kota, serta Aeng Baja Kenek, di Kecamatan Bluto," kata Abd Rahman Riadi saat dihubungi, Rabu (6/1/2021).

Termasuk sepanjang sungai kali marengan katanya, yang sering meluap setiap musim hujan.

"Daerah ini waspada dan siaga manakala intensitas curah hujan yang cukup tinggi, karena kalau khawatir terjadi genangan dan banjir. Namun sampai saat ini belum ada banjir, walau kita sudah petakan daerah yang rawan banjir itu," katanya.

Dengan kondisi demikian, pihaknya  mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Karena dapat menghambat saluran dan air bisa meluap.

"Warga harus menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke sungai. Ini demi menghindari air meluap akibat saluran kurang lancar di kawasan sungai," katanya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved