Profil dan Bioadata
BIODATA dan Perjalanan Karier Abu Bakar Baasyir yang Bebas Murni Setelah Dihukum 15 Tahun Penjara
Simak biodata dan perjalanan karier Abu Bakar Baasyir bebas murni usai 15 tahun dipenjara atas keterlibatan kasus terorisme di Aceh.
TRIBUNMADURA.COM - Mantan narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir akhirnya bebas murni usai 15 tahun dipenjara atas keterlibatan kasus terorisme di Aceh.
Abu Bakar Ba'asyir meninggalkan Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat usai melaksanakan shalat subuh sekitar pukul 05.21 WIB.
Ia tampak mengenakan pakaian serba putih, kacamata, dan masker dalam minibus putih jenis Hyundai berplat nomor AD 1138 WA.
Dalam iring-iringan kendaraan yang didahului dengan mobil ambulance, kendaraan yang ditumpangi oleh Abu Bakar Baasyir berada di urutan dua dari lima kendaraan.
Dari rangkaian kendaraan tersebut tak nampak mobil kepolisian.
Nama Abu Bakar Baasyir tidak hanya terkenal di Indonesia, ia juga menyedot perhatian dunia internasional.
Dulu, Abu Bakar Baasyir sempat mendapatkan berbagai tuduhan bahwa ia berhubungan dengan kelompok jaringan teroris internasional.
Berdasarkan biodatanya di berbagai sumber, pria kelahiran Jombang, 17 Agustus 1938 ini memang sosok yang kontroversial.
Namanya bahkan sempat masuk dalam pemberitaan media asing terkait terorisme.
Jauh sebelum menjadi perhatian dunia terkait kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Gontor.
Kemudian, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Irsyad, Solo. Lalu, ia juga mendirikan sebuah pesantren pada Maret 1972.
Pesantren itu berdiri di Sukoharjo Jawa Tengah dan diberi nama Al Mukmin. Ia mendirikannya bersama Abdullah Sungkar dan beberapa orang lainnya.
Pada zaman orde baru, ia sempat diburu akibat dituding memberikan hasutan.
Ia disebut menghasut orang-orang untuk menolak asas tunggal Pancasila.
Tak hanya Abu Bakar Baasyir, tudingan itu pun dilayangkan pula pada Abdullah Sungkar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/abu-bakar-baasyir-tiba-untuk-perawatan-medis-di-rumah-sakit-cipto-mangunkusumo-di-jakarta.jpg)