Berita Surabaya

Antisipasi Banjir, Warga Surabaya Diminta Tak Buang Sampah Sembarangan Sambut Puncak Musim Hujan

Pemkot Surabaya mengambil ancang-ancang agar tak ada persoalan banjir di Kota Surabaya.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Perangkat CCTV sudah terpasang di Jembatan Karang Pilang untuk memantau pembuang sampah popok ke Sungai Brantas, Jumat (22/2/2019).  

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari - Februari 2021 mendatang.

Menyambut puncak musim hujan, Pemkot Surabaya mengambil ancang-ancang agar tak ada persoalan banjir di Kota Surabaya.

Plt Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya, Anna Fajriatin mengaku, terkait sampah misalnya, pihaknya rutin membersihkan berbagai saluran.

"Di rumah pompa, pasti ada tim disana untuk menyaring sampah, bergabung dengan tim PU," kata Anna Fajriatin, Sabtu (9/1/2021).

Kata dia, petugas kebersihan rutin menyisir agar tak ada persoalan sampah.

Baca juga: Cara Membuat Laporan Kehilangan Motor ke Kantor Polisi, Pastikan Sudah Punya Dokumen Penting ini

Baca juga: Pengguna WhatsApp Dapat Pemberitahuan Serahkan Data ke Facebook, Ternyata Ini Penjelasannya

Baca juga: Tragedi Mencekam di Sawah Bengkok Warga Ponorogo, Petani Tewas Tersambar Petir, Rekannya Terpental

Sebab, jika dibiarkan, kata dia, hal itu dapat menjadi momok pada musim hujan.

Disisi lain, dia juga meminta warga agar tak membuang sampah sembarangan, apalagi di saluran air.

Kebiasaan membuang sampah diakuinya bisa menjadi polemik.

Saat hujan turun, banyak sampah yang harus diangkat oleh petugas di rumah pompa agar tak mengganggu.

Petugas juga sempat menemukan sampah kasur dan sebagainya.

"Semua harus membiasakan buang sampah ditempatnya. Jangan dibuang di saluran," ujar mantan Camat Gunung Anyar ini.

Sementara itu, Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan, untuk urusan sampah itu pihaknya terus bersosialisasi agar kesadaran warga meningkat. Kebiasaan membuang sampah sembarangan harus terus dikurangi.

Baca juga: Ketukan dari Balik Pintu Kamar Kos Bongkar Kedok Pasangan Mesum, 8 Orang Diangkut Mobil Truk Terbuka

Baca juga: Pebulu Tangkis Indonesia Dijatuhi Skorsing Seumur Hidup oleh BWF Karena Terlibat Match Fixing

"Jangan sampai kita temukan lagi kasur tiga buah," kata Whisnu.

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya saat akhir Desember, kawasan Surabaya barat memang sempat banjir saat hujan lebat menguyur. Saat itu, petugas Pemkot mendapati tiga buah kasur yang menyumbat saluran.

Whisnu mengatakan sosialisasi lewat Camat dan Lurah juga dilakukan. Mereka diminta terus memberikan pemahaman kepada warga.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved