Berita Terpopuler

BERITA MADURA TERPOPULER: 10 Pejabat Pemkab Bangkalan Positif hingga Rapat Pemberhentian Wabup Rajae

Berita Madura terpopuler edisi Sabtu 16 Januari 2021 hari ini dibuka dengan sejumlah pejabat Pemkab Bangkalan terkonfimasi positif Covid-19.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Wakil Bupati Pamekasan, Rajae. 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Deretan berita menarik seputar wilayah Madura ( Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan) terangkum dalam Berita Madura terpopuler.

Berita Madura terpopuler edisi Sabtu 16 Januari 2021 hari ini dibuka dengan sejumlah pejabat Pemkab Bangkalan terkonfimasi positif Covid-19.

Mereka yang dinyatakan positif Covid-19 di antaranya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

Kepala Dinas Kependudukan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas KB dan PPPA, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman.

Baca juga: Langgar Jam Malam Aturan PPKM, Kafe di Kota Malang Disegel, Tak Boleh Beroperasi 14 Hari ke Depan

Baca juga: Perselingkuhan Kepala Dusun dengan Istri Orang Berbuntut Panjang, Kini Dituntut Mundur oleh Warganya

Baca juga: Masih Muda, Warga Pegantenan Pamekasan ini Terancam Dipenjara 7 Tahun, Kedapatan Curi Motor Warga

Baca juga: SPOILER Drakor Mr Queen Episode 11, Babak Baru Hubungan Manis Raja Cheoljong dan Ratu Kim So Yong

Kepala Bagian Perencanan dan Keuangan, dan Kabag Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bangkalan.

Kasus dugaan penganiayaan oknum PNS Sumenep menghiasi deretan Berita Madura terpopuler hari ini.

PNS lingkungan Pemkab Sumenep itu dilaporkan atas kasus dugaan penganiayaan kepada warga sipil.

Berita Madura terpopuler edisi hari ini ditutup dengan rapat paripurna pemberhentian Wakil Bupati Pamekasan.

DPRD belum menjadwalkan rapat paripurna pemberhentian Wakil Bupati Pamekasan yang wafat.

Berikut Berita Madura terpopuler yang dirangkum TribunMadura.com 

1. 10 Pejabat Pemkab Bangkalan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kasus Covid-19 di Bangkalan terus meningkat

Kini, penyebaran Covid-19 di lingkungan kantor Pemkab Bangkalan terus memprihatinkan.

Yang terbaru, sebanyak 10 pejabat dikonfirmasi positif Covid-19.

Mereka terdiri dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

Kepala Dinas Kependudukan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas KB dan PPPA, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman.

Kepala Bagian Perencanan dan Keuangan, dan Kabag Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bangkalan.

Kepastian para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Bagian (Kabag) itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bangkalan, Agus Zain melalui Pers Rilis, Jumat (15/1/2021).

"Hasil tes swab pimpinan OPD dan kabag, sepuluh orang dinyatakan positif terkonfirmasi," ungkap Agus yang juga menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bangkalan.

Kepastian positif terkonfirmasi tersebut berdasarkan hasil gelar tes swab serentak terhadap seluruh pimpinan OPD dan Kabag Setda Kabupaten Bangkalan yang digelar di Pendapa Wakil Bupati, Senin (11/1/2021).

Agus menjelaskan, sepuluh pejabat itu berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) dan saat ini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Seminggu kemudian akan dilakukan tes swab kembali guna mengetahui perkembangan hasil isolasi mandiri yang telah dijalani," jelas Agus.

Atas hasil itu, lanjutnya, pihaknya akan melakukan penelusuran terhadap anggota keluarga dan orang yang pernah melakukan kontak erat dengan sepuluh orang tersebut.

"Hari ini tes swab kami lakukan kepada mereka yang kontak langsung dengan sepuluh pejabat itu," tutur Agus.

Ia menambahkan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan akan memperketat kembali penerapan protokol kesehatan melalui Unit Satgas Penanganan Covid-19 yang ada di setiap kantor di lingkungan Pemkab Bangkalan.

Hingga Rabu (13/1/2021) malam, Update Peta Sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan mencatat tambahan pasien positif terkonfirmasi sebanyak 26 orang dari sehari sebelumnya.

Total saat ini, jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bangkalan menyentuh angka 1.192 orang. Pasien sembuh berjumlah 823 orang.

Satu dari 18 kecamatan, Kecamatan Burneh berstatus Zona Merah. 12 kecamatan Zona Orange dan lima kecamatan berstatus Zona Kuning atau beresiko rendah penularan Covid-19. (edo/ahmad faisol)

2. Kasus Dugaan Penganiayaan Oknum PNS Sumenep

asus dugaan penganiayaan oknum PNS di Sumenep masih terus bergulir.

Diketahui, oknum pejabat PNS di lingkungan Pemkab Sumenep itu diduga menganiaya warga berinisial ABM.

Mengalami luka dan mendapat 16 jahitan di lengan tangannya.

Menanggapi hal ini, Inspektorat mengaku masih belum bisa memberikan komentarnya.

Inspektur Inspektorat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep Titik Suryati mengaku tidak mau komentar lebih jauh dalam kasus salah satu oknum PNS tersebut.

"Itu kan masih dalam proses, kita belum bisa berkomentar," kata Titik Suryati saat dikonfirmasi TribunMadura.com, Jumat (15/1/2021).

Meskipun sudah ada pengakuan dari polisi, jika oknum PNS yang jabatan Kabid di Disparbudpora Sumenep ini, pihaknya belum bisa memberikan komentar karena belum ada penetapan tersangka.

"Dalan kasus ini belum ada penetapan, kami tidak bisa berkomentar," terangnya.

Sebelumnya, salah satu oknum PNS di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep yang diduga telah menganiaya warag sipil, hingga korban dapa 16 jahitan ternyata pegawai di Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) setempat.

Disparbudpora ini berada di Jl. Gotong Royong Nomor 1 Kota Sumenep dan oknum tersebut menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Disparbudpora Sumenep.

Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas membenarkan, jika oknum PNS ini masih aktif sebagai Kabid.

"Dinas Disparbudpora itu," kata AKP Widiarti Sutioningtyas, Kamis (14/1/2021).

Mantan Kapolsek Kota Sumenep ini mengungkapkan, oknum PNS ini karena terjadi pertengkaran.

"Bertengkar," katanya.

Ditanya apakah motif dari penganiayaan yang dilakukan oleh oknum PNS terhadap korban berinisial berinisial ABM tersebut, AKP Widiarti Sutioningtyas belum bisa menhungkap lebih dalam.

"Masih nunggu hasil visum," katanya.

Dikonfirmasi oleh TribunMadura.com, Kabid Pemuda dan Olahraga Disparbudpora Sumenep, Subiyakto mengaku kejadian tersebut. Namun, dirinya mengelak jika tidak melakukan pembacokan terhadap korban.

"Tidak melakukan pembacokan, tapi saat naik mubil ada pengendara main HP nyerempet mobil (mobil yang dinaikinya)," kata Subiyakto.

Begitu tahu menyerempet mobil yang dinaikinya, Subiyakto mengaku sepontan keluar dari mobil untuk menghajar dengan tangannya.

"Misal dilaporkan dengan pembacokan tidak apa - apa, silahkan dibuktikan saja. Saya banyak saksinya, karena saya tidak sendirian di mobil," ngakunya.

3. Rapat paripurna pemberhentian Wakil Bupati Pamekasan

DPRD Pamekasan, Madura, belum menjadwalkan rapat paripurna pemberhentian Wakil Bupati Pamekasan, Rajae.

Hal itu lantaran terdapat staf pendamping Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Pamekasan yang masih melakuka penyembuhan setelah dinyatakan positif Covid-19.

Ketua DPRD Pamekasan, Fathorrahman menjelaskan, staf tersebut sedang dikarantina selama 15 hari untuk menjalani isolasi mandiri.

"Ada tiga staf DPRD Pamekasan yang positif Covid-19 saat kami mengadakan tes swab, satu di antaranya adalah staf pendamping Bamus," kata Fathorrahman kepada TribunMadura.com, Jumat (15/1/2021).

Ia mengaku, masih menunggu kesembuhan staf pendamping Bamus DPRD Pamekasan hingga pulih kembali.

Nantinya, bila staf pendamping Bamus DPRD Pamekasan itu sudah dinyatakan sembuh, pihaknya langsung akan menjadwalkan rapat paripurna pemberhentian Wabup Rajae.

"Misal sewaktu karantina selama 15 hari ini tidak ada keluhan lagi dan oleh Dokter dinyatakan non reaktif Covid-19, maka kita akan menjadwalkan untuk menggelar rapat paripurna pemberhentian Wabup Rajae," ujarnya.

Namun, Ketua DPRD Pamekasan yang akrab disapa Fathor ini memastikan bahwa saat ini pihaknya bersama Sekretaris DPRD setempat sedang menyiapkan konsep perihal persiapan digelarnya rapat paripurna untuk memberhentikan jabatan Wabup Rajae.

Kata dia, perihal konsep pemberhentian dan penerimaan usulan pengganti Wabup Rajae sudah disiapkan.

"Sementara ini staf pendamping Bamus DPRD masih belum menjadwal pemberhentian Wabup Rajae, yang tahu persisnya itu adalah staf pendamping Bamus yang saat ini reaktif Covid-19," tutupnya.

Sekadar informasi, digantinya posisi jabatan Wabup Rajae karena meninggal dunia di RSUD Soetomo Surabaya, pada Kamis (31/12/2020) lalu.

Saat ini, wafatnya almarhum Rajae sudah mencapai 17 hari.

Rajae sudah dikebumikan di Dusun Kabeen Dejeh, Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved