Berita Pamekasan
VIRAL Nenek Miskin di Pamekasan Madura Tak Tersentuh Bantuan Apapun, Ini Kata Pendamping PKH
Kisah nenek Sidah asal Pamekasan Madura sempat viral karena diduga tidak tersentuh bantuan.
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Sidah, warga Dusun Beltok, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, dikabarkan tidak mendapatkan bantuan apa pun dari pemerintah.
Kabar nenek Sidah tidak mendapatkan bantuan pernah viral di tahun 2020 lalu.
Belakangan, kabar Sidah tidak mendapatkan bantuan dibantah Kordinator Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan, Hanafi.
Hanafi mengatakan, nenek Sidah sudah mendapat Bantuan Sosial Tunai (BST).
Baca juga: Teriakan Wanita di Kawasan Perumahan Elit Kagetkan Warga, Dilecehkan Pemuda Asing, Begini Aksinya
Baca juga: Miris, Nenek Madura Tinggal di Gubuk Tua Bersama 2 Anak yang Alami Gangguan Jiwa, Begini Keadaannya
Baca juga: Jatah Vaksin Covid-19 Tahap 2 untuk Jatim Dikirim Februari, Ada Sebanyak 122 Ribu Dosis Vaksin
Menurut Hanafi, ketika tahun 2020, saat nama nenek Sidah viral, Dinas Sosial Pamekasan langsung bergerak ke rumah yang bersangkutan untuk mengecek kebenarannya.
Kata dia, sewkatu itu, Dinas Sosial Pamekasan tidak hanya berkunjung saja, melainkan juga membawa bantuan berupa paket sembako dan uang santunan.
"Waktu itu juga, nenek Sidah oleh Dinas Sosial Pamekasan sudah diaksistensi di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)," kata Hanafi kepada TribunMadura.com melalui telepon.
Ia mengaku bersyukur, sebab, sejak adanya program Bantuan Sosial Tunai (BST), keluarga nenek Sidah, sudah terdata sebagai penerima BST, dengan susunan keluarga tinggal bersama Sima.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunMadura.com dari Pendamping PKH Kecamatan Palengaan, Sima adalah anak dari nenek Sidah.
"Jadi yang muncul didata bayar pencairan BST adalah Sima. Karena Kepala Keluarga di data kami yang tinggal dengan nenek Sidah adalah Sima," ungkapnya.

Baca juga: Warna Ingus Ternyata Menunjukan Kondisi Kesehatan Manusia, Waspada Jika Ada Warna Hijau dan Hitam
Baca juga: Benda Langka Ditemukan Warga saat Menggali Tanah untuk Tanam Pohon, Diduga Terbawa Arus Sungai Lahar
Hanafi juga mengungkapkan, perihal alasan mengapa nenek Sidah tidak masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH).
Kata dia, alurnya, nenek Sidah harus diaksistensi terlebih dahulu di DTKS, dan progam yang paling cepat diajukan dapat bantuan adalah BST.
Sehingga, keluarga nenek Sidah, sudah diajukan untuk dapat BST, dan sejak Mei 2020 lalu sudah menerima bantuan tersebut.
Hanafi memastikan, saat ini, keluarga nenek Sidah agar bisa mendapatkan bantuan PKH, sudah diupayakan untuk diajukan melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) oleh Pemkab Pamekasan dan Operator Desa setempat.