Breaking News:

Angka Kematian Tertinggi se ASEAN, IDI Heran Jokowi Klaim Pandemi Terkendali: Tawarkan Cara Baru ini

Angka kematian Covid-19 di Indonesia tertinggi se ASEAN, IDI heran Jokowi klaim pandemi terkendali. Langsung pertanyakan pernyataan Sang Presiden.

Editor: Mujib Anwar
Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Muchlis Jr
Presiden Jokowi saat disuntik vaksin Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2021) pagi. 

TRIBUNMADURA.COM - Dengan angka kematian Covid-19 di Indonesia tertinggi se ASEAN, IDI heran Jokowi klaim pandemi terkendali.

Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) juga mengaku bingung dengan parameter yang digunakan Jokowi saat menyebut pandemi Covid-19 terkendali.

Sehingga cara baru penanganan Covid-19 untuk pengendalian pandemi disampaikan oleh IDI.

Sorotan itu disampaikan, setelah Jokowi mengungkap klaim bahwa  pandemi di Indonesia terkendali.

Pernyataan Jokowi tersebut lantas menimbulkan perdebatan dan perhatian khusus.

Salah satunya, dari IDI, yang heran dan bingung dengan pernyataan Presiden Joko Widodo tersebut.

Baca juga: Polantas Tak Lagi Menilang Mulai Kapan? Tapi Waspadai 1 Hal Jika Melanggar, Warga: Lebih Menakutkan

Baca juga: Kabar Duka, Pahlawan Anak Kos Nunuk Nuraini Wafat, Peracik Bumbu Indomie yang Banyak Disukai

Baca juga: Shio yang Beruntung Hari ini, Hari yang Menyenangkan Shio Tikus Hingga Cinta Shio Kerbau Beruntung

Baca juga: Meski Ngotot Divaksinasi Covid-19, Ketua DPRD Pamekasan Tetap Tak Boleh Divaksin, Ini Alasannya!

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DKI Jakarta Slamet Budiarto mempertanyakan pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut pemerintah berhasil mengendalikan pandemi Covid-19.

Ia bingung parameter yang digunakan Jokowi saat menyebut pandemi terkendali.

Padahal, fakta-fakta di lapangan yang terjadi sebenarnya sungguh bertolak belakang dari kalimat 'terkendali'.

"Saya tidak paham Pak Jokowi menyatakan begitu. Mungkin dari sisi ekonomi, saya juga tidak tahu ekonomi seperti apa. Yang saya tahu dari sisi kesehatan," kata Slamet Budiarto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (27/1/2021).

Slamet menegaskan, dari sisi kesehatan, pandemi jelas tidak terkendali.

Parameter pertama bisa dilihat dari angka kematian yang tinggi.

HALAMAN  2  >>>>>>>

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved