Inilah Perbedaan Banjir dan Genangan Menurut KBBI dan BPBD, Banyak Orang yang Salah Mengartikan

Perbedaan banjir dan genangan menurut KBBI dan BPBD. Ternyata punya arti berbeda meskipun sama-sama dampak akibat hujan deras.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Banjir menerjang Jalan Imam Bonjol Kelurahan Dalpenang, Kabupaten Sampang, Madura, Selasa (12/1/2021). 

TRIBUNMADURA.COM - Genangan dan banjir menjadi kata yang banyak disebut saat hujan mengguyur deras cukup lama.

Akibat hujan deras, sejumlah jalan mengalami genangan air.

Bahkan, tidak jarang di sebuah wilayah terdampak banjir.

Sayangnya, tidak sedikit masyarakat yang salah mengartikan genangan dan banjir.

Heboh Motor Hasil Curian Disimpan di Parkiran RSUD Dr H Moh Anwar Sumenep, Ini Kata Pengamat Hukum

Jumlah Vaksinator Covid-19 di Bangkalan Minim, Kepala Dinkes Minta Tambahan Petugas ke Gubernur

Tragedi Berdarah di Kamar Rumah Janda Sidoarjo, Kakek Nenek Tergeletak Tanpa Busana, Warga Berteriak

Meskipun sama-sama dampak akibat hujan deras, genangan dan banjir memiliki arti yang berbeda.

Menurut KBBI (kamus umum)

Genangan adalah tempat atau daerah yang berair.

Sedangkan banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan karena volume air yang meningkat.

Menurut BPBD 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ponorogo, Imam Bashori mengungkap perbedaan banjir dan genangan.

Dilansir TribunMadura.com dari Ponorogo.go.id Imam Bashori mengatakan jika genangan dan banjir itu berbeda,

Ia menjelaskan, genangan air tidak bisa di deskripsikan sebagai banjir apabila mengalami surut dalam waktu beberapa jam.

Namun, apabila genangan air bertahan lebih dari 1×24 jam, kata dia, hal itu baru bisa dimasukkan dalam fase banjir.

“Genangan dan banjir itu berbeda, kalau genangan air itu waktunya hanya beberapa jam saja, dan kalau untuk banjir itu genangan air lebih dari 1×24 jam," kata dia.

"Seperti yang terjadi di jalan alun-alun utara dan sisi barat alun-alun Ponorogo itu di katakan genangan, karena berselang  kurang lebih 30 menit air sudah surut,” jelasnya.

Mayat Tanpa Identitas yang Ditemukan di Pantai Lon Malang Sampang Bukan ABK Korban TB Mitra Jaya XIX

Erupsi Gunung Raung, Masyarakat Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah Cegah Sebaran Debu Vulkanik

Heboh Banjir dan Genangan

Banjir di Kota Semarang, bahkan sejumlah kota di sekitar Pantura Jateng mendominasi pemberitaan nasional.

Di beberapa wilayah, hingga hari ini, banjir mulai surut.

Yang belum surut justru 'banjir' opini di media sosial, yang membandingkan banjir di Semarang dan di Jakarta.

Perbandingan itu tentu saja menjadi perbandingan kepemimpinan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Fakta lain terkait perbandingan itu adalah unggahan Polda Jateng yang menggambarkan polisi terendam seleher namun tetap bekerja.

Unggahan tersebut sebenarnya bagus karena bermaksud mengingatkan warga tentang kondisi Kota Semarang yang masih beropotensi banjir karena hujan masih berpotensi turun.

Video yang disampaikan anggota polisi bernama Adi dari Kantibmas Polsek Ngaliyan, yang sedang berada di RT 11 RW 2, Ngaliyan, Kota Semarang.

Ia melaporkan kondisinya sedang berada di wilayah banjir setinggi dada orang dewasa.

"Kondisi air masih menggenang kisaran satu setengah meter. Ini kita ingin mendatangi rumah warga dekat rumah Pak RT. Untuk situasi saat ini masih hujan. Saya bersama Babinsa dari Kelurahan Wonosari, Ngaliyan. Terima kasih, untuk sementara kita laporkan seperti itu komandan," ujarnya.

Ada pun caption dalam video tersebut tertulis  "Untuk Warga Kota Semarang dan sekitarnya agar waspada ya, beberapa titik ada genangan air. Saat ini masih terjadi hujan. Tetap utamakan keselamatan #JatengDiRumahSaja." Tulis akun @Poldajateng_

Nah, kata genangan itulah yang memunculkan masalah di mata netizen. 

Lalu netizen yang diduga pendukung Anies Baswedan membandingkan dengan Jakarta.

Apakah air seleher masih disebut genangan bukan banjir?

@Dejavuu33: Seleher juga genangan ya min, coba di DKI sedengkul juga dibilang banjir Tertawa berguling di lantaiTertawa berguling di lantaiTertawa berguling di lantai

@MediaRakyat_: Pak Anies kemana saja sih, kok biarkan Semarang Banjir ?

@yudhigtu: Kalo seleher genangan, klo semata kaki atau dengkul baru namanya banjir. Oke paham

@wekokuncara: Wah, genangan airnya lumayan dangkal dibanding kedalaman Selat Sunda.

@gloriamadona: Owh......cuma genangan

@ntijamet: Bhahahhaahhahaahhahahahahahahahahaah wey genangan air di jateng 1,5 meter hahahahahaha banjirnya kayak apa tuh

@rsmn_vr: Oh namanya genangan. Kirain kolam renang

@MfajaruS: GENANGAN = BANJIR. MAU BILANG GENANGAN MAU BILANG BANJIR. SAMA AJA

Meski demikian ada netizen yang membela bahwa apa yang ditulis Admin  @Poldajateng_

Ia lalu menunjukkan pengertian genanan di KBBI yang ternyata sesuai dengan kutipan akun resmi Polda Jateng tersebut. "adminnya gak salah kok," tulis @be4anyonelse

"Harus ada re-definisi arti "banjir" dan "genangan" di KBBI, kasian guru Bahasa Indonesia, takut mereka diprotes oleh siswa dan orangtua siswa karena salah mengajarkan pengertian banjir dan genangan," tulis akun @RozakCrb.

Meski kemudian ada yang membandingkan dengan kondisi genangan di Jakarta namun masuk trending Banjir.

Banjir di Semarang

Seperti diketahui, Hujan lebat yang turun di Kota Semarang dan sekitarnya sejak Jumat, 5 Februari 2021 menyebabkan banjit.

Lalu lintas Kota Semarang pun dilaporkan lumpuh.

Beberapa wilayah mengalami banjir sangat parah, seperti di Ngaliyan, Mangkang, jalur Pantura Mangkang ke arah Jakarta, dan daerah Kaligawe menuju Demak dan Surabaya.

Air bah meluap dari Sungai Bringin menggenangi jalan raya Semarang-Kendal.

Banjir juga merendam kawasan cagar budaya Kota Lama Semarang pada Sabtu, dengan ketinggian 30 cm hingga satu meter.

Stasiun kereta api Tawang-Poncol di Semarang dan jalur perlintasan KA, hingga bandara Ahmad Yani sempat lumpuh karena terendam banjir.

Laporan terakhir kondisi genangan air banjir Semarang di Stasiun Tawang Semarang telah mulai surut.

Namun jalur kereta di sekitaran Stasiun Tawang Semarang pada pukul 06.00 WIB masih terendam air.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop empat Semarang, Krisbiyantoro menjelaskan kondisi genangan air di sekitar Stasiun.

Seperti ditulis Tribun Jateng, ia mengatakan ketinggian air dari kop rel di stasiun Tawang pada pukul 06.00 yakni jalur satu ketinggian air 5 sentimeter, jalur dua 3 sentimeter, jalur tiga serta empat  4 sentimeter, jalur lima 8 sentimeter, jalur enam 10 sentimeter, jalur tujuh 12 sentimeter.

Sementara petak Tawang - Alastua (Ronggowarsito) km 0+6/7 jalur hulu arah Surabaya 16 sentimeter, km 0+6/7 jalur hilir arah Jakarta minus 7 sentimeter.

Petak jalan Tawang - Alastua (Kaligawe) km 2 + 7/0 jalur hulu ketinggian air 35 sentimeter, km 2 + 7/0 jalur hilir ketinggian air  38,5 sentimeter.

"KA yang dialihkan rutenya adalah KA KA jarak jauh yakni KA Argo Bromo Anggrek, KA Dharmawangsa dialihkan lewat jalur selatan mulai dari Stasiun Gambringan menuju Solo.

Sedangkan KA Maharani dari Surabaya mestinya tujuan Semarang, hanya berakhir di Stasiun Brumbung. Pola operasi, penumpang dioper dengan menggunakan bus," jelasnya, Minggu (7/2/2021).

ia menambahkan, KA lokal Kaligung Semarang -Tegal semua berjalan normal.

Namun untuk KA  Argo Muria sore pukul 16.00 tujuan Jakarta keberangkatan dialihkan dari Stasiun Poncol.

"Hal ini untuk mengakomodir pelanggan KA dari Semarang yang akan ke Jakarta," tukasnya.

Bagaimana Jakarta?

Hujan deras yang menguyur Jakarta minggu dini hari, membuat sejumlah jalan tergenang di Jalan Pisangan Timur, Jakarta Timur.

Ketinggian genangan yang mencapai lima puluh sentimeter, membuat kendaraan yang melintas mengalami mogok mesin.

Genangan air setinggi lima puluh sentimeter, menggenangi Jalan Buana Tirta Raya dan Gading Raya, Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu dini hari.

Genangan air ini diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi pada Minggu dini hari.

Bukan karena hujan deras saja, banjir juga disebabkan oleh waduk bea cukai yang berada di sekitar jalan, tidak mampu menampung debit air lagi.

Sebagian artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Trending Genangan Seleher Orang Dewasa di Semarang, Kalau di Jakarta 15-20 Cm Sudah Dibilang Banjir

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved