Breaking News:

Berita Viral

TAK PANTAS Pemuda Bully Orang Tua Cacat, Naikkan Motor Sampai Jatuh, Ending Mohon Ampun: Tak Ikhlas

Orang tua dengan kekurangan fisik dikerjai oleh beberapa pemuda, dalam video yang viral di media sosial tersebut.

Facebook/Info Roadblock JPJ/POLIS
Tangkapan video pemuda bully orang tua cacat. Sampai jatuh dari motor. 

Menurut Yayasan SEJIWA, secara umum praktik bullying dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni bullying fisik, bullying non-fisik, dan bullying mental atau psikologis.

1. Bullying fisik

Ini merupakan jenis bullying yang kasat mata.

Siapa saja bisa melihat tindakan merugikan ini karena terjadi sentuhan fisik antara pelaku dengan korban bullying.

Contoh bullying fisik:

  • Menampar
  • Menimpuk
  • Menginjak kaki
  • Menjegal
  • Meludahi
  • Memalak
  • Melempar dengan barang
  • Menghukum dengan berlari keliling lapangan
  • Menghukum dengan cara push up
  • Menolak

2. Bullying verbal

Ini jenis bullying yang juga bisa terdeteksi karena bisa tertangkap indra pendengaran.

Contoh bullying verbal yang kerap tak disadari, di antaranya:

  • Memaki
  • Menghina menjuluki
  • Meneriaki
  • Mempermalukan di depan umum
  • Menuduh
  • Menyoraki
  • Menebar gosip
  • Memfitnah
  • Menolak

Beberapa contoh kata-kata yang termasuk tindakan bullying verbal, yakni:

  • "Goblog lo"
  • "Jayus lo" (norak atau enggak asyik)
  • "Gendut lo"
  • "Cungkring lo" (kurus kering)
  • "Sotoy lo" (sok tahu)
  • "Cupu lo" (culun punya)
  • "Liburan enggak ke mana-mana, ya? Kasihan deh lo"

3. Bullying mental

Ini jenis bullying yang paling berbahaya karena tidak tertangkap mata atau telinga kita jika kita tidak cukup awas mendeteksinya.

Contoh bullying mental:

  • Memandang sinis
  • Memandang penuh ancaman
  • Mempermalukan di depan umum
  • Mendiamkan Mengucilkan
  • Mempermalukan
  • Meneror lewat pesan pendek telepon genggam atau email
  • Memandang yang merendahkan Memelototi Mencibir

Baca juga: Suami Terpukul Tahu Istri Tewas saat Berhubungan Intim dengan Pebinor, Nasihat Tak Digubris: Jangan

Sementara itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), mengelompokan tindakan bullying menjadi enam kategori, yakni:

1. Kontak fisik langsung

Berikut contoh tindakanya:

  • Memukul
  • Mendorong
  • Menggigit
  • Menjambak
  • Menendang
  • Mengunci seseorang dalam ruangan
  • Mencubit
  • Mencakar
  • Memeras dan merusak barang yang dimiliki orang lain

2. Kontak verbal langsung

Berikut contoh tindakanya:

  • Mengancam
  • Mempermalukan
  • Merendahkan
  • Mengganggu
  • Memberi panggilan nama (name-calling)
  • Sarkasme Merendahkan (put- downs)
  • Mencela atau mengejek
  • Mengintimidasi
  • Memaki
  • Menyebarkan Gosip

3. Perilaku non-verbal langsung

Berikut contoh tindakanya:

Melihat dengan sinis

Menjulurkan lidah

Menampilkan ekspresi muka yang merendahkan

Mengejek atau mengancam yang biasanya disertai oleh bullying fisik atau verbal

4. Perilaku non-verbal tidak langsung

Berikut contoh tindakanya:

  • Mendiamkan seseorang
  • Memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak
  • Sengaja mengucilkan atau mengabaikan
  • Mengirimkan surat kaleng

5. Cyber bullying

Tindakan menyakiti orang lain dengan sarana media elektronik.

Berikut contoh tindakanya:

  • Rekaman video intimidasi
  • Pencemaran nama baik lewat media sosial

6. Pelecehan seksual

Kadang tindakan pelecehan dikategorikan perilaku agresi fisik atau verbal.

(TribunMadura.com/Ani Susanti - SerambiNews/Syamsul Azman - Kompas.com/Irawan Sapto Adhi)

Penulis: Ani Susanti
Editor: Pipin Tri Anjani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved