Breaking News:

Berita Pamekasan

Harga Cabai Rawit di Pamekasan Tembus Rp 125.000 Perkilo, 1 Bungkus Isi 5 Buah Cabai Dihargai Rp2000

Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pamekasan mencapai Rp 125.000 per kg

TRIBUNMADURA.COM/M SUDARSONO
ilustrasi - pedagang cabai di pasar 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pamekasan merangkak naik.

Jika sebelumnya, cabai rawit merah seharga Rp 75.000 per kg, kini naik menjadi 100.000 per kg dalam sepekan terakhir.

Terbaru, pada Sabtu (20/2/2021), harga cabai rawit merah di Pamekasan melambung hingga Rp 125.000 per kg.

Sejumlah pedagang terpaksa mengemas cabai rawit merah dengan bungkus plastik yang dijual eceran seharga Rp 2.000.

Baca juga: Ingin Beli Kucing asal Amerika, Mahasiswa di Malang ini Jadi Korban Penipuan, Uang Rp 6 Juta Raib

Baca juga: Mau Salat, Jemaah Masjid Temukan Kerudung Hitam Mencurigakan, Kaget saat Tahu Isi di Dalamnya

Baca juga: Demi Provinsi Madura, Pamekasan Siap Dimekarkan Jadi Kota dan Kabupaten, Ada Perubahan Zona Wilayah

Perbungkusnya, cabai rawit merah berisi lima buah cabai.

Bahar (58), pedagang di Pasar Parteker, harga cabai rawit merah masih kisaran Rp 75.000 per kg sepekan lalu.

“Jumat kemarin ini, harga cabai rawit merah ini masih kisaran Rp 100.000 per kg. Namun tadi pagi, naik lagi dan cukup tinggi menjadi Rp 125.000 per kg," kata Bahar.

"Agar warga yang membutuhkan cabai masih bisa membeli, saya mengemas dengan bungkus plastik berisi 5 biji, dijual seharga Rp 2.000 per bungkus,” sambung pria yang sudah 10 tahun bejualan di lokasi itu.

Bahar mengatakan, walau harga cabai rawit merah ini terus naik, masyarakat tidak menawar harganya.

Menurut Bahar, naiknya harga cabai rawit merah merupakan dampak musim hujan yang berdampak pada produksi cabai merah.

Seorang pedagang cabai bernama Mamat saat ditemui wartawan TribunMadura.com di Pasar Anom Baru Sumenep, Kamis (7/1/2021).
Seorang pedagang cabai bernama Mamat saat ditemui wartawan TribunMadura.com di Pasar Anom Baru Sumenep, Kamis (7/1/2021). (TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA)

Baca juga: Pamekasan Dianggap Tak Layak Dimekarkan Demi Pembentukan Provinsi Madura, Hasil Kajian Dipertanyakan

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER: Paus Terdampar di Perairan Bangkalan hingga Pemekaran Wilayah Pamekasan

Pedagag Pasar Kolpajung, Sedang Ny Nirah (55) mengatakan, mahalnya cabai rawit merah membuat sebagian besar masyarakat  membeli dengan kemasan antara 1/8 kg dan ¼ kg.

Konsumen yang membeli di atas ½ kg, hanya orang-orang tertentu, seperti pemilik warung makan atau restoran dan itu pun tidak membeli tiap hari.

“Dalam satu hari, cabai rawit merah laku terjual, sebanyak antara 3 kg hingga 5 kg," kata dia.

"Dan Alhamdulillah, walau harga cabai rawit merah mahal, masyarakat tetap membeli,” tambah pedagang asal Kecamatan Tlanakan tersebut.(sin/muchsin)

Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved