Breaking News:

Berita Sumenep

Monumen Patung Sapi Kerap di Lapangan Giling Sumenep Hilang, Ketua Paguyuban Sapi Karapan Bereaksi

Monumen Patung Sapi Kerap di depan Lapangan Giling Kabupaten Sumenep hilang, diganti dengan dua pot cemara.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Monumen Patung Sapi Kerap yang ada di depan Lapangan Giling Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, hilang, Rabu (24/2/2021). 

Reporter : Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Ketua Paguyuban Sapi Kerapan Sumenep, Deky Purwanto menyayangkan hilangnya Monumen Patung Sapi Kerap di depan Lapangan Giling, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura.

Deky Purwanto mengatakan, Monumen Patung Sapi Kerap yang biasa terlihat gagah dengan warna keemasan itu merupakan ikon kebudayaan Sumenep yang sudah menjadi tradisi di setiap empat kabupaten di Madura.

"Kami sangat menyayangkan terhadap dinas terkait yang membidangi masalah kebudayaan ini," kata Deky Purwanto, Sabtu (27/2/2021).

Baca juga: Monumen Patung Sapi Kerap di Sumenep Madura Tiba-Tiba Hilang, Diganti Dua Pot Cemara Raksasa

Baca juga: Sekumpulan Anak Punk Hadang Laju Truk Trailer di Tuban, Sopir Kaget hingga Hantam Rumah Warga

Baca juga: Lulusan SD Disetubuhi Pria Beristri Berkali-Kali, Dijual ke Pelanggan hingga Hamil di Luar Nikah

"Kok tidak ada perhatian khusus terhadap hilangnya Patung Sapi Kerap ini," sambung dia.

Anggota DPRD Kabupaten Sumenep ini mengatakan, Monumen Patung Sapi Kerap itu sebagai tanda bahwa Lapangan Giling  merupakan tempat kebanggaan tradisi masyarakat Sumenep.

"Monumen Patung Sapi Kerap itu ikon kebudayaan Sumenep. Kenapa saya katakan begitu, karena sapi karapan yang sudah tersebar di mana-mana dan bahkan ke luar Madura itu asal mulanya dari Pulau Sapudi," katanya.

"Maka dari itu, saya sangat heran ketika pihak manapun. Terutama dinas terkait tidak memerhatikan itu, ini kan jelas seakan tidak ikut melstarian tempat kebudayaan Sumenep sendiri," sebutnya.

Ia menambahkan, lapangan kerapan sapi ini masuk pada arsip Negara yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja negara (APBN).

"Ayolah, pemerintah ini jangan setengah hati untuk melestarikan budaya karapan sapi," pintanya.

Halaman
12
Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved