Breaking News:

Berita Sumenep

IDI Sumenep Akhirnya Cabut Laporan Pelecehan Profesi Dokter yang Dilakukan 5 Pemilik Akun Facebook

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sumenep resmi mencabut laporan lima akun Facebook (FB) ke- Polres Sumenep, Jumat (5/3/2021).

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
IDI Sumenep resmi mencabut laporan 5 akun Facebook yang diduga telah mencemarkan nama baik kedokteran ke Polres Sumenep , Jumat (5/3/2021) 

"Kita sudah laporkan lima akun Facebook. Awalnya ada tiga, namun setelah ada komunikasi dengan IDI maka ada dua akun lagi. Jadi semua lima akun," kata Kuasa Hukum IDI Cabang Sumenep, Hawiyah Karim saat ditanya usai pelaporan di Polres Sumenep.

Hawiyah Karim mengungkapkan, langkah hukum diambil karena lima akun tersebut menulis kalimat yang diduga merendahkan profesi dokter dalam penanganan pandemi Covid-19.

Selain itu katanya, ada narasi pelecehan gender.

Baca juga: Sejumlah Wartawan Mendadak Demam Jelang Divaksin, 100 Ampul Vaksin di Bangkalan Terpakai 37 Sasaran

Baca juga: Tarif Kencan PSK asal Bondowoso di Warkop Depan SMAN 3 Pamekasan Rp 250 Ribu, Sudah 5 Kali Dibooking

Baca juga: BREAKING NEWS - Viral Video Pria Tergeletak Bersimbah Darah di Bangkalan, Ada Luka di Bagian Perut

Baca juga: Viral Video Pria Tewas Bersimbah Darah di Bangkalan, Polisi Menduga Motif Pembunuhan Dipicu Asmara

"Yang bertindak sebagai pelapor dokter Aziz selaku Ketua IDI Cabang Sumenep. Kenapa kita laporkan karena kalimatnya sudah sangat menghina profesi dokter apalagi sekarang pandemi. Jadi kalau tetap dibiarkan bisa mengganggu kinerja dokter," ungkapnya. 

Ketua IDI Cabang Kabupaten Sumenep, dr. Abdul Aziz menegaskan postigan negatif yang dilakukan sejumlah pengguna akun media sosial itu membuat pihaknya tersinggung. 

"Kalimatnya betul-betul menyinggung perasaan dokter, khususnya yang perempuan. Karena sampai menyebut organ intim perempuan. Itu membuat kami sangat tersinggung," kata Abdul Aziz.

Laporan sengaja dilakukan katanya, agar bisa menjadi efek jera dan pembelajaran semua pihak. Yakni, harus bijak bermedia sosial dan tidak merendahkan profesi apapun.

"Dokter sekarang sedang bekerja keras untuk penanganan virus corona, jadi jangan dihina seperti ini," pintanya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved