Breaking News:

Berita Sumenep

IDI Sumenep Akhirnya Cabut Laporan Pelecehan Profesi Dokter yang Dilakukan 5 Pemilik Akun Facebook

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sumenep resmi mencabut laporan lima akun Facebook (FB) ke- Polres Sumenep, Jumat (5/3/2021).

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
IDI Sumenep resmi mencabut laporan 5 akun Facebook yang diduga telah mencemarkan nama baik kedokteran ke Polres Sumenep , Jumat (5/3/2021) 

Reporter: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sumenep resmi mencabut laporan lima akun Facebook (FB) ke- Polres Sumenep, Jumat (5/3/2021).

Lima akun FB tersebut, sebelumnya telah dilaporkan ke polisi karena dianggap telah mencemarkan nama baik profesi dokter yang di posting di akun fbnya, dan resmi dilaporkan pada hari kamis, tanggal 9 Juni 2020 lalu.

"Hari ini telah melakukan pencabutan berkas setelah sebelumnya pihak terlapor (5 akun fb) telah meminta maaf dan mengakui kesalahannya," kata Kuasa Hukum IDI Cabang Sumenep, Hawiyah Karim, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Barang Bukti dari Dua Tersangka Narkoba di Sumenep, 5,92 Gram Sabu hingga Seperangkat Alat Isap

Baca juga: Viral Video Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Sampang, Petugas BNN Jatim Diamuk Massa

Baca juga: Bupati Pamekasan Harap Pemuda Miliki Potensi Visioner, Perwajahan Masa Depan Bangsa di Tangan Pemuda

Baca juga: Dua Pria Sumenep Asyik Pesta Sabu di Rumah, Tak Sadar Gelagatnya Diintai Polisi, Endingnya Dicokok

Alasan mencabut laporan dari lima akun FB itu katanya, telah benar-benar mengakui kesalahannya telah memposting kata-kata yang tidak pantas pada kliennya. Baik komentar temtang Covid-19 pada profesi kedokteran.

"Laporan sengaja kami lakukan agar masyarakat tidak terpengaruh dengan adanya postingan yang sesat, yang menganggap Covid-19 ini konspirasi dan hanyabisu belaka," katanya.

Hawiyah Karim mengatakan, ada hal yang menjadi syarat pada 5 terlapor akun FB tersebut untuk bisa bebas selain mengakui kesalahannya dari laporan ini katanaya. Diantaranya mereka (5 terlapor) melakukan kegiatan terputusnya kegiatan pandemi Covid-19.

"Selain kampanye, membagikan alat-alat prokes dimana mereka tinggal, jadi harapannya masyarakat itu paham bahwa mengomentari sesuatu yang tidak diketahui kebenarannya, kemudian menyebarkan. Itu adalah hal yang salah dan ada aturan hukum yang mengatur," katanya.

5 akun FB tersebut, diketahui berasal dari Desa Sergang, Tenonan, Bakiong dan Kecamatan Talango 2 orang.

Untuk diketahui sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Sumenep Madura melaporkan lima akun media sosial Facebook ke polisi atas dugaan penghinaan profesi, Kamis (9/7/2020).

Halaman
12
Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved