Breaking News:

Berita Sampang

Pengelola Tanah Liat di Sampang Diminta Produksi Gerabah dan Souvenir untuk Tingkatkan Perekonomian

Pengelola tanah liat di Kecamatan Ketapang diminta dapat berinovasi untuk meningkatkan perekonomian warga setempat.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Dok. SHUTTERSTOCK/ Anom Harya
Ilustrasi kerajinan gerabah 

Reporter: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Pemerintah Kabupaten Sampang meminta pengelola tanah liat di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang untuk berinovasi.

Pengelola tanah liat di Kecamatan Ketapang diminta dapat berinovasi untuk meningkatkan perekonomian warga setempat.

Sebab, warga setempat diminta tidak hanya memproduksi genteng semata, melainkan juga membuat sovenir dan gerabah.

Baca juga: Warga Madura yang Tewas dengan Luka Bacok Ternyata Pernah Dapat Ancaman, Istri Bongkar Sosok ini

Sekretaris Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Diskopindag Sampang, Barrul Alim mengatakan, jika persiapan dalam inovasi ini sudah dilakukannya seperti pemetikan sampel untuk dibawa ke Jogja.

Tujuannya untuk mengecek kualitas tanah liat di Kecamatan Karang Penang ketika dibuat gerabah atau sovenir lainnya.

Hasilnya, bagus karena tekstur tanah lebih bagus bila dibandingkan dengan tanah liat di wilayah lainnya.

"Jadi inovasi ini harus dilakukan mengingat dapat membuka lapangan kerja bagi warga setempat," ujarnya kepada TribunMadura.com, Kamis (11/3/2021).

Ia menambahkan, inovasi ini menjanjikan sebab, jika pengelola tanah liat bisa membuat sovenir atau gerabah akan menambah penghasilannya.

Karena tanah liat yang digunakan untuk membuat satu genteng, bisa menghasilkan 15 produk sovenir.

"Kalau satu souvenir dijual Rp5000 maka nilainya lebih tinggi daripada produksi genteng," ucapnya.

Kendati demikian, dalam pembuatan sovenir gerabah ini harus dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan seni.

Sehingga, sesuai dengan permintaan Bupati Sampang pihaknya diminta mengumpulkan sebagian pemuda setempat untuk menjalankan pelatihan.

"Bapak Bupati meminta membawa 10 pemuda untuk menjalankan pelatihan pada tahun ini," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved