Breaking News:

Virus Corona di Nganjuk

PPKM Mikro Dinilai Efektif, Tersisa 70 RT di Nganjuk Masuk Zona Kuning, 7.128 RT Masuk Zona Hijau

Hingga kini, jumlah wilayah zona kuning penyebaran Covid-19 di Kabupaten Nganjuk tersisa 70 rukun tetangga (RT).

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Elma Gloria Stevani
Freepik
ILUSTRASI Berita tentang asal-usul virus Corona atau Covid-19. 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, NGANJUK - Hingga kini, jumlah wilayah zona kuning penyebaran Covid-19 di Kabupaten Nganjuk tersisa 70 rukun tetangga (RT).

Hal itu menunjukkan hasil positif dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro yang dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk.

Wakil Bupati Nganjuk sekaligus Wakil Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, beberapa indikator membaiknya penanganan Covid-19 di Kabupaten Nganjuk antara lain hingga tanggal 8 Maret 2021, angka kumulatif konfirmasi sebanyak 3.142 kasus.

Baca juga: Kaesang Menghela Nafas saat Klarifikasi Soal Hubungannya dengan Felicia Tissue, Pakar Ekspresi: Malu

Baca juga: Kasatreskrim Polres Sampang Diduduki Pejabat Baru, Penggantinya dari Ditresnarkoba Polda Jatim

Baca juga: Hasil Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 13 Sudah Diumumkan, Berikut Tahapan yang Perlu Dilakukan

Baca juga: Siap-siap Penerimaan CPNS 2021, Pemkab Malang Butuh Ribuan Guru dan Tenaga Kesehatan

Dengan rincian kasus aktif sebanyak 92 orang atau 2,93 persen menurun dibandingkan satu bulan lalu sebesar 5,54 persen.

Konfirmasi kasus sembuh sebesar 2.778 kasus atau mencapai 88,42 persen. Untuk konfirmasi meninggal sebesar 272 kasus atau 8,66 persen.

"Adapun perkembangan zonasi saat ini hanya tersisa 70 RT yang masih berstatus zona kuning, dan sebanyak 7.128 RT lainnya sudah berstatus zona hijau. Ini perkembangan positif dalam pelaksanaan PPKM berskala mikro," kata Marhaen Djumadi yang telah kembali menjalankan rutinitas kerjanya setelah sembuh dari covid-19, Rabu (10/3/2021).

Dijelaskan Marhaen Djumadi, keterlibatan RT dan RW maupun tokoh masyarakat (tomas) dalam pencegahan COVID-19 dinilai lebih jitu dan ampuh. Dimana metode tersebut menggunakan mekanisme bottom cut atau diputus sejak dari bawah, dan tidak perlu menunggu program dari atas atau top down.

"Seperti yang dilaksanakn oleh Kabupaten Nganjuk, jumlah bed rawat inap isolasi yang awalnya 58 persen kini tingkat hunian rumah sakit tinggal 33 persen. Tingkat kesembuhan dari 86 persen meningkat menjadi 88 persen. Meskipun angka kematian masih dikisaran 8 persen tetapi ini dirasa sebagai perkembangan positif," ucap Marhaen Djumadi.

Hal itu, menurut Marhaen Djumadi, adalah tanda dan indikator baik dalam rangka penerapan strategi PPKM Mikro di Kabupaten Nganjuk. Dalam menangani Covid-19 ini pada ujungnya adalah tingkat kesadaran masyarakat dengan adanya PPKM Mikro yang cukup efektif. Dimana masyarakat ikut aktif terlibat dalam penanganan Covid-19.

"Maka penerapan PPKM Mikro ini bisa menjadi standar maju dalam penanganan penyebaran covid-19," tutur Marhaen Djumadi.

Baca juga: Polisi Gadungan asal Lumajang Tertangkap, Sita Ponsel Remaja di Tulungagung, Berawal dari Balap Liar

Baca juga: Jangan Sia-siakan Promo Spesial Indomaret Rabu 10 Maret 2021, Dapatkan Potongan Harga Rp 19.000

Baca juga: Akhirnya Terjawab Identitas Firdaus Oiwobo, Ternyata Bukan Paman Nadya Arifta, Pernah Dukung Prabowo

Baca juga: Praktik Prostitusi Online di Kediri Terbongkar, Polisi Selidiki Kemungkinan Adanya Jaringan Lain

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved