Breaking News:

Berita Madura

Tingkatkan Irigasi Pedesaan Ditengah Pandemi, Menteri PUPR Gulirkan Program P3TGAI di 750 Desa

Pemerintah kembali merealisasikan program padat karya tunai dengan percepatan pembangunan infrastruktur kerakyatan di 750 desa tahun 2021 ini.

TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Pembangunan Irigasi Tersier Persawahan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi yang disingkat P3-TGAI. 

Reporter: Ali Hafidz Syahbana I Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, kembali merealisasikan program padat karya tunai dengan percepatan pembangunan infrastruktur kerakyatan di 750 desa tahun 2021 ini.

Hal ini program yangvmanjadi bagian dari penanganan terdampak pandemi Covid-19 berupa Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).

Program ini merupakan program perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) atau Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) atau Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA).

"BBWS Brantas pada tahun 2021 ini melaksanakan kegiatan P3-TGAI di 750 desa di Jatim, yang tersebar di 686 daerah irigasi, 20 kabupaten/kota dan 243 kecamatan, dan target kegiatan mulai dari akhir bulan Maret," kata PPK OP SDA III BBWS Brantas, Hesti Nurina Paramita pada hari Jumat (19/3/2021).

Tentunya hal ini katanya, sudah sesuai dengan amanah surat keputusan menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 308/KPTS/M/2021 tentang penetapan daerah irigasi penerima program percepatan tata guna air irigasi tahun anggaran 2021.

Pihaknya menegaskan, program padat karya tunai ini bukan merupakan suatu pekerjaan kontraktual melalui penyedia barang atau jasa. Melainkan menurutnya, dilaksanakan langsung oleh balai-balai besar Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) bersama masyarakat dengan lingkup pekerjaan P3 TGAI.

Perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi jaringan irigasi, dan peningkatan jaringan irigasi untuk meningkatkan fungsi dan kondisi jaringan irigasi yang sudah ada atau kegiatan menambah luas areal pelayanan pada jaringan irigasi yang sudah ada pada  daerah irigasi kecil dengan luas kurang dari 150 hektare dan/atau irigasi desa; atau jaringan irigasi tersier pada daerah irigasi kewenangan pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota, dengan mempertimbangkan perubahan kondisi lingkungan daerah irigasi.

Syarat untuk bisa menerima program padat karya tunai ini kata Hesti Nurina Paramita iadalah P3A yang sudah berbadan hukum, sudah disahkan dengan keputusan kepala daerah, memiliki akta notaris.

Serta yang paling penting adalah tidak terindikasi melakukan tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme. Sebab, jika demikian maka akan diberikan sanksi tegas sesuai dengan yang tertuang dalam pakta integritas.

"Jika ditemukan hal-hal yang berkaitan dengan surat perjanjian kontrak penyedia barang/jasa P3-TGAI  di luar situs resmi dari BBWS Brantas, maka dapat dipastikan bahwa informasi tersebut adalah palsu dan tidak benar," jelasnya.

"BBWS Brantas tidak bertanggung jawab apabila terdapat pihak-pihak atau oknum yang mengatasnamakan BBWS Brantas yang menerbitkan SPK atau kontrak pada penyedia barang/jasa yang berhubungan dengan kegiatan P3-TGAI itu," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved