Breaking News:

Berita Surabaya

Tilang Elektronik Berlaku di Kota Surabaya, Sebanyak 75 Surat Konfirmasi Dilayangkan ke Pelanggar

Pelanggar lalu lintas di Kota Surabaya dapat terdeteksi secara otomatis dengan tilang elektronik melalui CCTV yang terpasang di sejumlah titik.

TRIBUNMADURA.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Pengendara melintas di Jalan Darmo, Kota Surabaya, Jumat (27/3/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kota Surabaya telah menerapkan sistem tilang elektronik atau Electric Traffic Law Enfirocement (ETLE) mulai Selasa (24/3/2021).

Dengan tilang elektronik, pelanggar lalu lintas di Kota Surabaya dapat terdeteksi secara otomatis melalui CCTV yang terpasang di sejumlah titik.

Satlantas Polrestabes Surabaya sudah memberikan 75 surat konfirmasi pelanggaran kepada kendaraan yang tertangkap melakukan pelanggaran.

Baca juga: Pasrah Sapinya Hilang Berhari-Hari, Warga Sumenep Tak Sengaja Pergoki Maling Ternaknya di Kebun

Baca juga: Tilang Elektronik di Kota Malang Diterapkan Mulai Juli 2021, Ada 13 Titik Dipasangi Kamera E-TLE

Baca juga: Cara Membayar Denda Tilang Elektronik, Pastikan Punya Kode Briva, Tak Perlu Bayar ke Kejaksaan Lagi

Kaurbinops Satlantas Polrestabes Surabaya, AKP Moch Suud menjelaskan, sudah ada 39 titik kamera yang terpasang di simpang Surabaya dan rencananya akan bertambah.

"Per hari ini sudah ada 39 titik kamera yang terpasang," kata Suud, Rabu (24/3/2021).

"Insya Allah kami bekerjasama dengan pemerintah kota akan menambah titik kamera yang akan dipasang di simpang jalan Surabaya," sambung dia.

Suud menambahkan, penindakan menggunakan ETLE merupakan bentuk komitmen Polri untuk menjawab tantangan zaman.

Selain itu, ETLE menjadi salah satu cara menekan kemungkinan oknum polisi yang korupsi terutama saat penindakan di jalan.

"Dengan adanya ETLE, memberikan pembelajaran kepada masyarakat agar lebih tertib. Kemudian untuk penindakan karena berbasis elektronik dan teknologi," katanya.

Kaurbinops Satlantas Polrestabes Surabaya, AKP Moch Suud, Rabu (24/3/2021).
Kaurbinops Satlantas Polrestabes Surabaya, AKP Moch Suud, Rabu (24/3/2021). (TRIBUNMADURA.COM/FIRMAN RACHMANUDIN)

Baca juga: Pendistribusian Vaksin Sinovac ke Puskesmas Galis Pamekasan Dikawal Ketat, Berlangsung Lancar

Baca juga: Tak Sadar Jadi Incaran Polisi, Pemuda Sumenep ini Malah Asyik Transaksi Narkoba di Kamar Tetangganya

"Kami tidak bisa merekayasa sehingga dapat mengurangi penyalahgunaan wewenang personel di lapangan," imbuhnya.

Teknis penindakan tersebut dilakukan sevara bertahap, yakni merekam aktifitas pelanggaran pengguna jalan saat berkendara yang kemudian akan disortir oleh anggota Satlantas di balik layar monitor.

"Setelah terscrenshoot. Kami akan memberikan penomoran terhadap pelanggar. Kami berkirim surat konfirmasi kepada alamat kendaraan sesuai dengan nopolnya," jelas dia.

"Lalu jika memang yang disurati itu menjawab konfirmasi baru akan kami lakukan penindakan," imbuhnya.

"Jikapun tidak, maka kami akan sertakan blokir ETLE saat hendak pengurusan surat-surat di kemudian hari," tandasnya.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Kakek Karena Korek Api di Trenggalek Pernah Idap Skizofrenia dan Gangguan Kejiwaan

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved