Demo di Dinsos Sumenep

Antisipasi Unjuk Rasa, Polisi Blokade Akses Jalan ke Kantor Dinsos Sumenep

Akses jalan menuju kantor Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep di Jalan Raya Asoka Nomor 10 Kota Sumenep ditutup polisi.

TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Puluhan mahasiswa yang terbagung dalam GPMS gelar unjuk rasa di depan kantor Dinsos Sumenep protes soal BPNT pada hari Kamis (25/3/2021). 

Reporter: Ali Hafidz Syahbana I Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Akses jalan menuju kantor Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep di Jalan Raya Asoka Nomor 10 Kota Sumenep ditutup polisi untuk mengantisipasi terjadi aksi kericuhan dari para pendemo yang melakukan protes soal penyaluran BPNT, Kamis (25/3/2021). 

Berdasarkan pantauan TribunMadura.com di lapangan, pihak kepolisian berjaga di setiap pintu akses masuk ke kantor Dinsos Sumenep. Sebab selain memang jalan tersebut terlihat sempit dan juga menjaga dari proses unjuk rasa.

Unjuk rasa ini datang dari Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Peduli Masyarakat Sumenep (GPMS) untuk menyampaikan aspirasi hasil kajiannya, yakni soal penyaluran BPNT dinilai tak maksimal.

Kasat Shabara Polres Sumenep, AKP Abdul Mukit mengatakan jika pihaknya menjaga ketat proses jalannya massa unjuk rasa dan mengaku jika akses jalan tersebut memang ditutup sementara.

Baca juga: BREAKING NEWS - Aktivis Gerakan Peduli Masyarakat Demo Dinsos Sumenep, Protes Soal Penyaluran BPNT

Baca juga: Cerita Pahit Suami Bu Kades, Diusir dari Rumah Karena Bongkar Skandal Perzinahan Istri: Chat Mesra

"Iya ditutup sementara, karena proses demo ini. Dan ini juga akses jalannya sempit, pengendara dialihkan sementara," kata Abdul Mukit saat ditanaya sela-sela proses demo berlangsung.

Dalam pengamanan unjuk rasa GPMS ini katanya, ada sebanyak 117 personel pengamanan diterjunkan pada para unjuk rasa di kantor Dinsos Sumenep tersebut.

Abdul Mukit mengaku, pihaknya melaksanakan tugas seuai SOP dalam keguatan pengamanan massa unras di Dinsos Sumenep.

"Kami bertugas sesuai SOP yang dilaksnakan ," ungkapnya.

Apakah para personel ini dibekali senjata api, Abdul Mukit menampik hal tersebut.

"Tidak ada senjata api, hanya tameng Dalmas dan ada tali Dalmas untuk antisipasi saja," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Peduli Masyarakat Sumenep (GPMS) melakukan unjuk rasa di depan kantor Dinas Sosial (Dinsos) di Jalan Raya Asoka Nomor 10 Kota Sumenep pada hari Kamis (25/3/2021) pukul 09.00 WIB.

Aspirasi yang disampaikan protes soal penyaluran BPNT yang dinilai tidak transparan, tidak maksimal dan tidak tepat sasaran.

Pantauan TribunMadura.com di lokasi, massa aksi membawa sejumlah poster dengan tulisan "Beras jelek, bikin perut mules" dan "Evaluasi Kinerja Dinsos BPNT  Minim Pengawaaan, Rakyat Jangan Selalu Dibodohi" tulisnya.

Baca juga: Nelayan Asal Sukabumi Disabet Senjata Tajam Rekannya di Pacitan, Motif Masih Didalami

Baca juga: Tak Terima Dipoligami, Istri Beri Balasan Sadis, Kemaluan Suami Dirusak: Tak Bisa Bercinta Selamanya

Koordinator GPMS mengungkapkan penyaluran BPNT selama ini sangat minim pengawasan yang berakibat tak maksimalnya bantuan tersebut pada masyarakat.

"Harga yang diberikan agen tidak sesuai dan sangat mahal, berasnya tidak bagus dan telurnya busuk," kata Faisal Akbar, Koordinator aksi.

GPMS ini mendesak Dinsos agar segera mengambil langkah penyelesaian dan mengevaluasi masalah tersebut.

Aksi ini masih berlangsung dan menunggu Kepala Dinas Sosial Sumenep, Mohammad Iksan.

Terlihat aparat kepolisian menjaga ketat jalannya massa unjuk rasa di depan kantor Dinsos tersebut.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved