Berita Madura

Soal Kisruh Tudingan Penyaluran BPNT di Sumenep, Kadinsos Beri Tanggapan: Saya Tunggu Detail Datanya

Dinas Sosial (Dinsos) merespon soal kisruh tudingan penyaluran BPNT oleh aktivis Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Peduli Masyarakat Sumenep.

TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Kepala Dinsos Sumenep, Mohammad Iksan saat memberikan keterangan pada hari Kamis (25/3/2021). 

Reporter: Ali Hafidz Syahbana I Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Soal kisruh tudingan penyaluran BPNT oleh aktivis Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Peduli Masyarakat Sumenep (GPMS), Dinas Sosial (Dinsos) merespon baik dan meminta untuk dibuktikan secara langsung permasalahan tersebut.

Aktivis GPMS menuding Dinsos main mata dan dinilai tidak berpihak pada Masyarakat, sebab penyaluran BPNT di Sumenep seperti di Kecamatan Pasongsongan dan Ganding amburadul.

Hal ini disampaikan dalam aspirasi unjuk rasa di Jalan Raya Asoka Nomor 10 pada hari Kamis (25/3/2021).

"Temuan yang Pasongsongan itu bagaimana, makanya saya minta detail datanya. Biar kami nanti turun ke lapangan ada dasar, apakah itu oknum atau bagaimana," tanya Kepala Dinsos Sumenep, Mohammad Iksan saat dikonfirmasi TribunMadura.com, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Anggota DPRD Sumenep: Masyarakat Masalembu Minta Operasional KM Sabuk Nusantara 115 Tak Dihentikan

Baca juga: Demo Mahasiswa di Sumenep soal Penyaluran BPNT, Massa Desak Kepala Dinsos Mundur dari Jabatannya

Mohammad Iksan dengan tegas menyatakan, jika benar hasil temuan GPMS tersebut. Apakah itu perangkat, atau oknum jelas akan ditindak dengan tegas sesuai aturannya.

"Kalau memang itu perangkat kami, apakah TKSK atau oknum dari kami pasti akan kami tindak," tegasnya.

Namun jika diluar oknum perangkat atau diluar tim program tersebut, pihaknya dengan terus terang angkat tangan dan hanya meyarankan langsung melaporkan ke aparat penegak hukum.

"Langsung aja laporan ke aparat penegak hukum, tapi kalau ada dari E-Warung, nanti kami bersama Bank Mandiri turun langsung untuk beri sanksi," kata Plt Kepala Disdik Sumenep ini.

Masukan dari GPMS dalam bentuk aksi demonstrasi katanya, sebagai orang nomor satu di lingkup Dinsos Sumenep berjanji akan menindak lanjuti protes tersebut.

"Tetap saya tindak lanjuti, makanya saya ingin tahu dan minta datanya dimana saja. Misal desa mana dan kecamatan mana yang komuditasnya itu mungkin ada masalah," tuturnya.

Kalau bicara soal data kata Mohammad Iksan, pihaknya mengakui setiap hari selalu diperbaiki hingga hari ini.

"Kita ini berjuang untuk KPM program ini, tidak ada manusia di dunia ini sempurna. Kita punya tenaga TKSK, makanya setiap ada laporan langsung kami tindak lanjuti ke lapangan," katanya.

Mohammad Iksan menegaskan, jikaada oknum orang dalam bermain-main dalam program BPNT tersebut, misalkan itu dari oknum PNS katanya, makan akan berhadapan dengan PP Nomor 53 tahun 2010.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved