Breaking News:

Berita Situbondo

Jumlah Utang Warga Miskin Situbondo ke RSUD Abdoer Rachem Capai Rp 1,5 Miliar, Ini Kata Rumah Sakit

jumlah utang warga miskin ke RSUD Abdoer Rachem Kabupaten Situbondo mencapai sebesar Rp 1.5 miliar.

TRIBUNMADURA.COM/IZI HARTONO
RSUD Abdoer Rachem Kabupaten Situbondo, Selasa (30/3/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SITUBONDO - Besaran utang pasien warga miskin di Kabupaten Situbondo ke RSUD Abdoer Rachem cukup besar.

Sejak tahun 2018 hingga tahun 2021 ini, jumlah utang warga miskin ke RSUD Abdoer Rachem mencapai sebesar Rp 1.5 miliar yang belum terbayar.

Kabag TU RSUD Abdoer Rachem Situbondo, Hery Winarno menjelaskan, pihak rumah sakit sejauh ini telah berupaya untuk melakukam penagihan kepada masyarakat.

Baca juga: Istri Ngomel Lemari Es yang Dibeli Rusak, Suami Datangi Penjual dan Aniaya Korban sampai Luka Robek

Baca juga: Ratusan ASN di Kabupaten Sampang Pensiun Tahun ini, Uang Pensiunan Diberikan Sesuai Jabatan Kerja

Baca juga: Teras Samping Rumah Disulap Jadi Arena Judi Biliar, Empat Warga Kota Kediri Diamankan Polisi

Namun, masyarakat tetap tidak mampu membayar sisa tanggungannya ke rumah sakit tersebut.

Hery menjelaskan, sesuai aturan, pihak rumah sakit akan menyerakan persoalan tanggungan masyakat kurang mampu ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dab Lelang (KPKNL) Jember.

"Apakah utang masyarakat kurang mampu itu dihapus atau menjadi tanggungan pemerintah daera," jelas dia kepada Surya ( grup TribunMadura.com) Selasa (30/3/2021).

Sejak tertanggal 15 Desember 2020 hingga Maret 2021 ini, masyatakat yang tidak mampu setiap bulannya memilki tanggungan ke rumah sakit sebesar kurang lebih di bawah Rp 100 jutA.

"Biaya pengobatan yang ditanggung pemerintah daerah sebesar Rp 5 juta dan sisa lagi sebesar 50 persen ditanggung daerah dan pasien," ujar Hery Winarno.

Baca juga: Pemkab Malang Berencana Bangun Rumah Sakit Khusus Pasien Penyakit Jantung di Kecamatan Kepanjen

Baca juga: Gunung Semeru Resmi Dibuka Mulai 1 April 2021, Pengunjung Dibatasi 180 Orang, Simak Cara Daftarnya

Belum terbayarnya tanggungan pasien warga miskin yang ditanggung pemerintah kabupaten itu, dikarenakan belum didoknya APBD Kabupaten Situbondo.

"Ya kalau APBD sudah dok, pasti tanggungan itu dibayar," pungkasnya. ( Surya/ izi)

Penulis: Izi Hartono
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved