Berita Terpopuler
BERITA MADURA TERPOPULER: Tak Ada Lokasi Bazar Takjil di Sampang - Waktu Bupati Sumenep di Keraton
Ada tiga pilihan TribunMadura.com yang tersaji dalam Berita Madura terpopuler pada edisi Selasa 6 April 2021 hari ini.
Editor: Ayu Mufidah KS
TRIBUNMADURA.COM - Sejumlah berita menarik seputar Madura di antaranya Sumenep, Pamekasan, Sampang, hingga Bangkalan, terangkum dalam Berita Madura terpopuler.
Ada tiga pilihan TribunMadura.com yang tersaji dalam Berita Madura terpopuler pada edisi Selasa 6 April 2021 hari ini.
Berita pertama dibuka dengan pembukaan outlet Es Teh Indonesia di Kabupaten Pamekasan.
Menariknya, Es Teh Indonesia memberikan promo spesial beli 1 dapat 2 teh.
Baca juga: Faktor Lingkungan, Ratusan Siswa di Sumenep Putus Sekolah, Disdik Lakukan Langkah Persuasif
Baca juga: Kisah Jenazah Bapak dan Anak Dimakamkan Dalam Satu Liang Lahat, Sebelumnya Meninggal Selisih 2 Jam
Baca juga: Sudah Punya 5 Cucu, Nenek Sutarwiyah Antusias Ikut Ujian Kejar Paket C di Mojokerto, Sempat Grogi
Selanjutnya, Pemkab Sampang tidak menggelar bazar takjil selama bulan Ramadan di Kabupaten Sampang, Madura, tahun ini.
Gelaran takjil selama bulan Ramadan di Kabupaten Sampang tidak dilakukan mengingat masa pandemi Covid-19.
Lalu, masyarakat Sumenep bisa bertemu dengan Bupati Achmad Fauzi di Keraton Sumenep.
Masyarakat bisa bertemu dengan Bupati Sumenep setiap hari Senin sampai Rabu. Mulai dari pukul 06.30 hingga 08.00 WIB.
1. Outlet Es Teh Indonesia di Kabupaten Pamekasan
Brand Es Teh Indonesia membuka outlet (toko) baru di Kabupaten Pamekasan, Madura.
Toko tersebut terletak di Jalan Trunojoyo.
Es Teh Indonesia yang ada di Pamekasan ini, merupakan produk baru pertama di Madura.
Pada grand opening toko Es Teh Indonesia tersebut, owner menawarkan promo untuk pelanggannya.
Promonya yaitu, beli satu teh dengan berbagai varian rasa, bonus dua teh original.
Promo itu berlangsung mulai Senin 5 April 2021 hingga 6 April 2021 esok hari.
Pantauan di lokasi, saat pertama toko itu dibuka, langsung dipadati pembeli.
Para pembeli tampak antre berbaris lurus memanjang ke belakang tepat di depan toko Es Teh Indonesia tersebut.
Owner Es Teh Indonesia Cabang Pamekasan, Budi Hartono mengatakan, bahan yang digunakan dalam produk Es Teh Indonesia itu menggunakan teh asli Indonesia.
Ia mengaku menggunakan produk lokal karena ingin membantu petani teh di Indonesia agar semakin mengembangkan usahanya di sektor pertanian.
"Kita menjual produk minuman ini dengan standar protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Kami ingin menjaga karyawan dan pelanggan supaya tidak kontak langsung," kata Budi Hartono saat diwawancarai sejumlah media, Senin (5/4/2021).
Pria berusia 31 tahun itu juga menjelaskan, sterilisasi bahan minuman Es Teh Indonesia ini, pihaknya sudah menggunakan keamanan standar nasional makanan dan minuman Indonesia.
Kata dia, toko Es Teh Indonesia yang ada di Pamekasan ini merupakan cabang ke 179 dari seluruh Indonesia.
"Selain ada teh original kita ada mix antara red velvet dengan teh, beberapa bahan makanan yang lain kita coba kombinasikan dengan teh," ujarnya.
Budi juga mengungkapkan, toko Es Teh Indonesia di Pamekasan ini mulai buka pukul 08.30 WIB - pukul 21.00 WIB.
Harganya mulai dari Rp 6.500 sampai Rp 24.000 ribu sesuai dengan varian rasa.
"Kita juga menyediakan banyak toping ada cheese, puding dan cincau. Menu favorit kami, ada teh susu Nusantara, cheeso red Velvet dan cheeso Avocado," tutupnya.
Baca juga: Menpan Tjahjo Kumolo Ingatkan Sanksi Tegas ASN Nekat Mudik Lebaran: Peringatan sampai Potong Gaji
Baca juga: Gaet Wisatawan, Wisata Malang Halal Terus Dikembangkan, Upaya Pemkot dalam Pemulihan Ekonomi
2. Lokasi Bazar Takjil Tak Disediakan Pemkab Sampang
Pemkab Sampang tidak menggelar bazar takjil selama bulan Ramadan di Kabupaten Sampang, Madura, tahun ini.
Gelaran takjil selama bulan Ramadan di Kabupaten Sampang tidak dilakukan mengingat masa pandemi Covid-19.
Kasi Pengembangan Usaha Disperindagkop Sampang, Slamet Riyadi mengatakan, ketentuan ditidakannya bazar takjil seperti tahun sebelumnya ini setelah pihaknya melakukan rapat koordinasi dengan OPD terkait.
Kata dia, pertimbangan yang paling diutamakan adalah, jika hingga detik ini Covid-19 masih mewabah di Indonesia.
Karenanya, pihaknya tidak akan menyediakan tempat, begitupun dengan gazebo yang biasa digunakan saat bazar.
"Biasanya bazar takjil biasanya bertempat di area Monumen Trunojoyo dan depan Pasar Margalela Sampang," ujarnya kepada TribunMadura.com, Senin (5/4/2021).
Sedangkan, ia mengaku tidak akan melarang para pedagang takjil yang membuka lapak sendiri yang biasa berjualan di pinggir jalan ataupun depan rumah.
Akan tetapi, nantinya ada pengawasan ektra kepada para pedagang tersebut mengingat pandemi covid-19 masih berlangsung.
"Tentunya di masa pandemi Covid-19 ini, para pedagang diimbau untuk menerapkan Prokes," pungkasnya.
3. Masyarakat Bisa Temui Bupati Achmad Fauzi di Keraton
Achmad Fauzi langsung melakukan sejumlah kebijakan seusai resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Jumat (26/02/ 2021) lalu sebagai Bupati Sumenep.
Kebijakan itu di antaranya mengembalikan nuansa Keraton Sumenep dan mengeluarkan Surat Edaran (SE) agar Aparatur Sipil Negara (ASN) beragama Islam salat fardu tepat waktu.
Tak cukup sampai di situ, gebrakan terbaru yang dilakukan Fauzi ialah mempersilakan Masyarakat dari berbagai kalangan, yang ingin bertemu dirinya, langsung bisa datang ke Keraton Sumenep.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini mengaku siap menemui masyarakat di Keraton, dengan waktu yang sudah ditentukan pada setiap hari Senin sampai Rabu. Mulai dari pukul 06.30 hingga 08.00 WIB.
Menurutnya, selain memang keinginan dirinya untuk tidak terlalu menjaga jarak dengan masyarakat, hal itu juga merupakan usulan beberapa pihak. Termasuk di dalamnya para ulama.
Di Keraton Sumenep, ketika sudah bertemu dengan Achmad Fauzi, masyarakat bisa menyampaikan langsung masukan, aspirasi, maupun hal lainnya, tanpa perantara.
"Bagi masyarakat yang ingin bertemu dengan bupati, misalnya ingin menyampaikan aspirasi untuk memberi masukan atau untuk keperluan lain, mulai hari ini silakan langsung datang ke Keraton Sumenep," kata Achmad Fauzi pada TribunMadura.com, Senin (5/4/2021).
Jika di hari-hari yang ditentukan itu kebetulan dirinya ada acara mendadak atau sedang di luar kota katanya, masyarakat bisa tetap datang ke Keraton Sumenep.
"Tetap boleh, nanti yang akan menemui staf saya. Jadi kalau memang ada masukan atau aspirasi yang ingin disampaikan. Silakan langsung sampaikan ke staf saya yang menemui. Biar nanti dicatat dan kemudian disampaikan kepada saya langsung," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep ini.
Untuk diketahui sebelumnya, atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura mengeluarkan imbauan menghentikan aktivitas saat azan berkumandang bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) beragama Islam di lingkungan pemerintah daerah setempat.
Imbauan ini disampaikan langsung Bupati Sumenep Achmad Fauzi pada seluruh ASN menghentikan aktivitas sementara saat azan berkumandang.
"Saya mengajak ASN muslim menghentikan sementara aktivitas saat azan bagian untuk mewujudkan aspirasi para kiai agar menjaga keislaman di Kabupaten Sumenep, sehingga terbitlah surat edaran (SE) perihal imbauan itu," kata Achmad Fauzi pada Kamis (1/4/2021).
Dengan adanya SE Bupati Itu katanya, diharapkan bagi seluruh ASN muslim tidak hanya disiplin dan tepat waktu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai abdi negara saja. Namun juga dalam beribadah melaksanakan salat fardu yakni Zhuhur dan Ashar tepat waktunya.
"Yang jelas, setelah ASN benar-benar menindaklanjuti imbauan dengan melaksanakan salat fardu tepat waktu, selanjutnya Pemerintah Daerah juga mengeluarkan imbauan yang sama kepada perusahaan swasta, lembaga pendidikan, BUMD dan BUMN," tambahnya.
SE perihal imbauan salat fardu tepat waktu kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sumenep tertanggal 31 Maret 2021 dengan nomor 800/425/435.203.2/2021.