Breaking News:

Berita Madura

Pengakuan Pria Sumenep Bunuh Siswa SD di Pamekasan, Awalnya Ingin Potong Lengan Tangan Ayah Korban

Rencana pembunuhan yang akan dilakukan UA terhadap Karimullah (58), warga Dusun Ombul, Desa Taraban, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura terungkap.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Pipin Tri Anjani
TRIBUNMADURA.COM/Kuswanto Ferdian
UA (pelaku pembunuhan anak di bawah umur: tengah) asal Sumenep saat memperagakan adegan ketika hendak membunuh korban, Senin (5/4/2021) 

Samurai itu ia beli kepada seseorang di luar Pulau Madura melalui via online seharga Rp 2.5 juta.

"Yang beli samurai itu sekitar tujuh bulan lalu. Awalnya dibuat pajangan saja di rumah," kata UA.

UA mengaku tidak tega sewaktu ingin membunuh anak korban.

Sebab, bukan anak korban yang menjadi sasarannya. Melainkan ayah korban.

Kini UA mengaku menyesal karena telah membunuh anak-anak yang tidak bersalah.

"Sebenarnya saya tidak tega waktu mengetahui orang yang saya tebas ternyata masih anak-anak. Karena khawatir takut tersiksa meski hidup, jadi sekalian saya bunuh," tutupnya.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Adhi Putranto Utomo mengatakan, pelaku menghabisi nyawa siswa berusia 9 tahun itu, memakai pedang samurai sepanjang 108 cm.

Samurai yang dipegang oleh pria berusia 20 tahun tersebut, ditebaskan sebanyak tiga kali ke bagian tubuh korban.

Pertama, ditebaskan ke bagian kepala korban sebanyak dua kali.

Lalu yang terakhir, ditebaskan ke bagian paha korban.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved