Berita Jawa Timur
PPKM Mikro di Jawa Timur Diperpanjang sampai 19 April 2021, Begini Harapan Gubernur Khofifah
PPKM mikro di Jawa Timur diperpanjang sampai 19 April 2021 mendatang untuk terus menekan penyebaran kasus Covid-19.
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - PPKM mikro di Jawa Timur diperpanjang sampai 19 April 2021 mendatang.
Perpanjangan ini sekaligus menjadi PPKM mikro tahap V di Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memutuskan untuk mengikuti Instruksi Mendagri memperpanjang PPKM mikro tahap V.
"RT zona hijau di Jatim naik dari yang sebelumnya 210.348 menjadi 211.897 atau bertambah 1.549 setelah PPKM mikro," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rabu (7/4/2021).
Baca juga: Warga Surabaya Bisa Salat Tarawih di Masjid dan Musala, Satgas Ingatkan Jemaah Disiplin Prokes
Baca juga: Tak Membatalkan Puasa, Vaksinasi Covid-19 di Ponorogo Dilanjutkan Meski Memasuki Bulan Ramadan
Baca juga: Wakil Bupati Dewi Khalifah Rencanakan Napi Rutan Klas IIB Sumenep Jadi Tutor Wirausaha Kerajinan
"Artinya PPKM Mikro ini memberikan dampak yang signifikan dari level satuan terkecil, yaitu RT. Maka sesuai dengam arahan usat, PPKM Mikro di Jatim diperpanjang," ujar dia.
Selain peningkatan RT zona hijau, keefektifan PPKM mikro dapat dilihat dari BOR atau keterisian rumah sakit untuk ICU yang turun dari sebelumnya 72 persen menjadi 46 persen.
Sedangkan BOR isolasi biasa turun dari 79 persen menjadi 28 persen.
Capaian itu ditambah dengan positivity rate yang menurun dari 20 persen menjadi 18 persen setelah PPKM Mikro.
Rate of transmition yang dulunya 1,10 menurun jadi 0,68.
Bahkan, zona merah epidomologi menjadi nihil setelah sebelumnya ada di angka 8.
Di sisi lain, rata-rata kesembuhan naik dari yang sebelumnya 500-600, menjadi 700-800.
Baca juga: Seluruh Kecamatan di Sumenep Masuk Zona Hijau, Tak Ada Penambahan Kasus Covid-19 Sebulan Terakhir
Baca juga: Pemkab Jember Usulkan Formasi CPNS 2021 Hanya untuk Tenaga Kesehatan, Sedang Guru Melalui PPPK
Meski begitu, gubernur perempuan pertama Jatim tersebut menekankan pentingnya mewaspadai potensi-potensi kenaikan kasus.
"Kita harus belajar dari fakta adanya peningkatan zona oranye dari yang sebelumnya 12 menjadi 16 saat libur panjang kemarin," kata dia.
"Kita harus tetap waspada dan bersinergi. Maka dari itu, PPKM Mikro ini sangat dibutuhkan terlebih menjelang libur panjang seperti ini," terang Khofifah.
Khofifah berharap, perpanjangan PPKM mikro ini mampu menjadi upaya dalam menahan penyebaran Covid-19 sembari Jatim mempercepat proses vaksinasi, khususnya pada populasi yang rentan maupun lansia.
Saat ini, total vaksin yang diterima Jatim tercatat 3.182.660. Sedangkan, total vaksin yang telah disuntikkan mencapai 2.018.816 atau 63,43 persen.
Di sisi lain, total rencana sasaran 22.652.927 orang dengan kebutuhan dosis dua kali injeksi sebanyak 45.305.854.
Untuk memfasilitasi itu, telah tersedia 15.119 vaksinator dengan kemampuan injeksi per hari 226.785 dosis.