Berita Situbondo
Lagi Rebahan, Penjaga SPBU di Situbondo Dibacok Preman, Gara-Gara Tegur Pelaku Karena Minta BBM
Seorang penjaga SPBU di Kabupaten Situbondo dibacok preman saat sedang istirahat.
Penulis: Izi Hartono | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, SITUBONDO - Seorang penjaga SPBU di Kabupaten Situbondo bernama Abdus Sona (49) dibacok preman, Kamis (15/04/2021) malam.
Akibat pembacokan tersebut, korban warga Desa Kotakan Utara, Kecamatan Situbondo tersebut, mengalami luka bacok pada bagian bibir dan tangan serta kaki kanannya.
Aksi penganiayan itu diduga dipicu karena sakit hati yang dialami pelaku bernama Nunung Indro Handoko (40), warga Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo.
Baca juga: Penukaran Uang Baru di Jember untuk Lebaran 2021, BI Jember Sediakan Uang Baru Rp 3,092 Triliun
Baca juga: Kronologi Adik Tebas Jantung Kakak di Pamekasan, Sakit Hati Ditonjok Berujung Satu Nyawa Melayang
Baca juga: Terduga Pelaku Pembacokan Tokoh Masyarakat Madura Diamankan Polisi, Kini Masih Berstatus Saksi
Sebelumnya, pelaku sering ditegur korban karena meminta BBM.
Selang beberapa hari, korban Abdus Sona sedang tidur di depan SPBU.
Tiba tiba, ia didatangi pelaku yang kondisinya sedang mabuk.
Pelaku langsung menyabetkan goloknya ke wajah korban
Korban yang kaget tidak dapat menghindari ayunan golok pelaku hingga mengenai bibir korban.
Tak berhenti dis itu saja, pelaku yang dalam kondisi pengaruh minuman keras itu terus menyabetkan parangnya.
Senjata tajam itu mengenani punggung serta kaki dan tangan korban.
Beruntung ada warga yang melihat, sehingga korban yang tidak berdaya akibat luka bacokan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Baca juga: Manajemen Beri Kebebasan Pelatih Baru Arema FC Bawa Pemain Asing Pilihannya, Ingatkan Syarat Berikut
Baca juga: Penuh Keterbatasan, Pria Tunanetra di Trenggalek ini Selalu Khatam Alquran Tiap Ramadan Tiba
Sedangkan pelaku ditangkap polisi dan langsung dibawa ke Mapolres Situbondo guna menjalani pemeriksaan.
Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Achmad Soetrisno membenarkan insiden pembacokan tersebut.
Menurutnya, pelaku merupakan residivis yang sudah empat kali masuk penjara salam kasus penganiayaan.
"Pelaku sudah diamankan dan sekarang sudah ditahan," ucap dia.
"Sedangkan korban menjalani perawatan di rumah sakit," kata Iptu Achmad Soetrisno. ( Surya/izi)