Berita Malang

Resleting Tas Mahasiswi di Malang ini Terbuka, Pemilik Kaget Ponsel Seharga Rp 10 Juta Raib Dicopet

Resleting tas mahasiswi di Kota Malang terbuka saat mendatangi pasar takjil untuk membeli makanan dan minuman berbuka puasa.

TRIBUNMADURA.COM/SAMSUL HADI
ilustrasi - Pasar Takjil 

Reporter : Kukuh Kurniawan | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Keramaian pasar takjil yang digelar setiap bulan Ramadan dimanfaatkan untuk berbuat aksi kriminal.

Seorang mahasiswi di Kota Malang menjadi korban aksi pencopetan saat mendatangi pasar takjil

Informasi yang didapat TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ) aksi pencopetan terjadi di pasar takjil Taman Krida Budaya di Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Selasa (13/4/2021) sore.

Baca juga: Disnaker Jatim Segera Buka Posko Pengaduan THR, Pastikan Pekerja Dapat THR Maksimal H-7 Lebaran 2021

Baca juga: Terindikasi Terlibat Kasus Korupsi, Sejumlah Pejabat Pemkot Batu Ajukan Pensiun Dini, Ini Kata MCW

Baca juga: Jumlah Pasokan Disebut Jadi Penyebab Harga Daging Ayam di Sumenep Merangkak Naik pada Ramadan 2021

Saat itu, korban yang bernama Evi Febrion (22), sedang berbelanja menu buka puasa di pasar takjil tersebut.

Warga Tulungagung yang kos di Jalan Jetis Kabupaten Malang itu datang ke pasar takjil untuk membeli makanan dan minuman berbuka puasa.

Seyelah berbelanja kebutuhan berbuka puasa, korban hendak mengambil HP iPhone X S miliknya yang ada di dalam tas.

Alangkah kagetnya korban, ternyata resleting tasnya sudah dalam keadaan terbuka.

Saat dicek lebih lanjut, ternyata HP miliknya sudah tidak ada.

Mahasiswi perguruan tinggi swasta di Kota Malang ini segera melaporkannya ke Polresta Malang Kota.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian hingga Rp 10,3 juta.

Sementara itu, Kapolsek Lowokwaru, Kompol Fatkhur Rokhman melalui Panit I Reskrim Polsek Lowokwaru, Ipda Zainul Arifin membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Iya memang benar, dan saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut," kata dia kepada TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ), Senin (19/4/2021).

Baca juga: Normalnya Diisi 168 Orang, Rutan Klas IIB Sampang Kini Dihuni 352 Warga Binaan, Alami Over Kapasitas

Baca juga: Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor di Jatim Mulai 20 April - 24 Juni 2021, Simak Rinciannya

"Kami juga akan melakukan pemantauan dan pengawasan di pasar takjil Taman Krida Budaya, agar kejadian itu tak terulang kembali," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta kepada masyarakat untuk tetap selalu berhati-hati.

"Hindari tempat keramaian, selain masih dalam pandemi Covid 19, tempat keramaian juga rawan terjadi kejahatan pencopetan. Kami juga minta masyarakat untuk tetap memperhatikan barang bawaannya saat di tempat keramaian," ucap dia.

"Sebisa mungkin tas diletakkan di bagian depan, agar terhindar dari incaran pelaku copet," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved