Breaking News:

Berita Tulungagung

Jejak Tikus Ditemukan di Tempat Penjualan Oleh-Oleh di Tulungagung saat Razia Makanan Jelang Lebaran

Ada jejak tikus ditemukan di tempat penjualan oleh-oleh kawasan Kabupaten Tulungagung.

TRIBUNMADURA.COM/DAVID YOHANES
Kepala Bagian Farmasi dan Perbekalan Medis Dinkes Tulungagung, Masduki menunjukkan makanan dengan izin produksi sudah tidak berlaku, Selasa (20/4/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Ada jejak tikus ditemukan di tempat penjualan oleh-oleh kawasan Kabupaten Tulungagung.

Jejak tikus tersebut dianggap berbahaya, mengingat binatang pengerat ini berpotensi menyebarkan penyakit, mulai dari bulu, urine, liur, hingga kotorannya.

Temuan itu terungkap saat petugas Dinkes Tulungagung melakukan razia kelayakan makanan menjelang Idul Fitri, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Dibungkus Tas Plastik, Bayi Perempuan Hanyut di Aliran Sungai Kota Malang, Kondisinya Mengenaskan

Baca juga: Masih Belia, Wanita ini Datang ke Luar Kota untuk Jajakan Diri Jadi PSK, Beroperasi saat Ramadan

Baca juga: Aksi Pembunuhan Tokoh Masyarakat Madura Berawal Bunyi Klakson, Korban Sempat Tantang Pelaku Berduel

Seorang pekerja toko oleh-oleh, Via mengaku sudah ada upaya pengendalian tikus. Salah satunya dengan memasang lem di dalam toko.

“Setiap hari selalu dipasangi lem. Di dekat sarangnya juga,” ujar Via, Selasa (20/4/2021).

Selain itu Via juga mengaku membersihkan area toko setiap pagi sebelum buka.

Namun setiap hari tetap muncul kotoran tikus di sekitar toko.

Via juga berjanji menyingkirkan barang-barang bekas di sekitar toko, yang dituding sebagai sarang tikus.

“Biasanya barang bekas langsung dimasukkan gudang. Ini hanya tersisa sedikit,” ucap Via.

Menurut Kepala Bagian Farmasi dan Perbekalan Medis Dinkes, Masduki, jejak tikus merupakan salah satu faktor kritis dalam retail makanan.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved