Breaking News:

Berita Sumenep

Pembahasan Raperda PD Sumekar Lagi-Lagi Molor, Ketidaksesuaian Data dalam Draf Jadi Persoalannya

Belum ada titik temu terkait legal drafting, utamanya terkait unit usaha dan usahanya masih bersifat umum atau tidak terlalu teknis hingga saat ini.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Ketua Pansus DPRD Sumenep, Moh Subaidi 

Reporter : Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perusahaan Daerah (PD) Sumekar oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sumenep kembali tertunda.

Informasinya, belum ada titik temu terkait legal drafting, utamanya terkait unit usaha dan usahanya masih bersifat umum atau tidak terlalu teknis hingga saat ini.

Hal yang sama termasuk juga berkaitan dengan lahirnya PJS (Petrogas Jatim Sumekar) sebagai instansi yang akan mengelola PI (Participacing Interest) PT KEI.

Baca juga: Anak sampai Syok, Ibu asal Kediri ini Berbuat Nekat saat Sendirian di Rumah, Ada Mayat Menggantung

Baca juga: Jadi Serbuan Warga, Bazar Murah Paket Sembako Lapas Pamekasan Ludes hanya Dua Jam setelah Dibuka

Baca juga: Hunting Polisi di Ponorogo Temukan Puluhan Kendaraan Membahayakan, Bawa Barang Kelebihan Muatan

Ketua Pansus DPRD Sumenep, Moh Subaidi mengatakan, sampai dengan deadline waktu pihaknya tidak berhasil menuntaskan raperda PD Sumekar.

Kata dia, alasannya karena ada ketidaksesuaian dalam draf yang dimaksud.

"Dalam draf masih terlalu umum berkaitan dengan usahanya, maka perlu dikaji lebih spesifik lagi," kata Moh Subaidi pada Selasa (20/4/2021).

Selain itu katanya, masih adanya tafsir yang berbeda terkait dengan lahirnya PJS yang akan mengelola PI PT KEI.

Utamanya, berkaitan dengan proses lahir dan kerjasama saham antara PJU (Petrogas Jatim Utama) dan PD Sumekar.

"Masalah ini masih multitafsir, makanya tidak bisa dituntaskan," tuturnya.

Politisi PPP ini mengungkapkan, pihaknya masih akan meminta perpanjangan pembahasan untuk dilakukan kajian dan evaluasi atas kelanjutan raperda tersebut.

"Mungkin setelah lebaran nanti kami akan meminta perpanjangan lagi," katanya.

Baca juga: Bendahara Umum IKA PMII Jatim Ibaratkan PMII sebagai Batang Pohon Raksasa, Ungkap Makna Terdalamnya

Baca juga: Dibungkus Tas Plastik, Bayi Perempuan Hanyut di Aliran Sungai Kota Malang, Kondisinya Mengenaskan

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved