Breaking News:

Kapal Selam KRI Nanggala 402 Tenggelam

Terpukul, Istri Operator Radar KRI Nanggala 402 Tak Mau Makan 2 Hari, Sang Paman: Kurang Tidur Juga

Kelasi Kepala Distrian Andy Prastya gugur bersama 53 orang kru Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan sisi utara Pulau Bali.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Pipin Tri Anjani
TRIBUNJATIM/LUHUR PAMBUDI
Suasana kediaman nenek Ratna, istri Kelasi Kepala (Klk Eta) Distrian Andy Prastya, operator radar KRI Nanggala 402, Selasa (27/4/2021). 

Reporter: Luhur Pambudi I Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNMADURA.COM, SIDOARJO - Kelasi Kepala (Klk Eta) Distrian Andy Prastya gugur bersama 53 orang kru kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan sisi utara Pulau Bali, sejak Rabu (21/4/2021) kemarin.

Anggota TNI AL yang bertugas sebagai Operator Radar 2 dalam kapal selam berjuluk 'Monster Bawah Laut' itu, merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara, asal Surodakan, Kecamatan dan Kabupaten Trenggalek.

Semenjak menikah, dan dikaruniai satu orang anak, Andy menetap bersama istrinya, Ratna di kediaman neneknya di kawasan Jalan Husain Idris No 19, RT 10, RW 03, Sepanjang, Sidoarjo.

TribunJatim.com (grup TribunMadura.com) mendatangi alamat tersebut, sebuah terop terpasang menutupi ruas jalan tepat di kediaman tersebut.

Karangan bunga tampak berjajar memenuhi kedua sisi bahu jalan menuju ke rumah tersebut. 

Baca juga: Profil Letda Laut (T) Rhesa Tri Sigar, Keponakan Prabowo Subianto yang Jadi Korban KRI Nanggala 402

Bahkan saat melongok ke bagian dalam halaman rumah berpaving dengan hiasan tanaman yang lebat nan rindang. Beberapa karangan bunga dari sejumlah pejabat pemerintah RI dan petinggi Mabes TNI AL tampak terpajang di sana.

Namun rencana TribunJatim.com bertemu istri Andy; Ratna, batal. Menurut Paman Ratna, Irfa', keponakannya itu masih dalam kondisi psikologis berkabung.

Saking terpukulnya dengan kenyataan bahwa suaminya itu tak bakalan kembali untuk selama-lamanya. Ratna sampai-sampai kehilangan nafsu makan.

Kabarnya, ungkap Irfa', keponakannya itu terhitung dua hari lamanya, belum mengudap makanan.

"Kalau agak tenang mungkin nanti bisa menemui langsung Mbak Ratih. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak kesatuan," katanya saat ditemui TribunJatim.com, Selasa (27/4/2021).

Bahkan, jadwal istirahat; tidur, Ratna juga ikut berantakan. Keponakannya itu tidak bisa tidur. 

Hanya bisa rebahan, dan sesekali dihibur oleh para tamu dari kalangan terdekat; sahabat dan kolega.

"Istri belum bisa ditemui. Sudah 2 hari enggak mau makan. Terus, kurang tidur juga. Ya lesehan aja, sambil tiduran itu.  Sementara dihibur sama teman-teman kuliahnya," tuturnya.

Irfa' menerangkan, keponakannya bersama sang suami sebenarnya memiliki rumah pribadi di kompleks permukiman di kawasan Tropodo, Kabupaten Sidoarjo.

"Tinggal di sini lebih dari 3 tahun sudah. Rumahnya ada di sana (Tropodo). Kalau sini rumahnya neneknya. Rumah aslinya (Andy) di Trenggalek," ujarnya.

Baca juga: Sosok Serda Edi Wibowo Awak Kapal Selam KRI Nanggala 402, Bercita-cita Berangkatkan Umrah Keluarga

Di singgung mengenai rencana tabur bunga yang bakal digelar Rabu (28/4/2021) besok. Irfa' mengaku bahwa informasi tersebut belum sepenuhnya benar. 

Kendati kalau memang rencana tersebut benar. Ia mengaku tak yakin jikalau keponakannya itu bisa ikut menghadiri agenda tersebut, mengingat kondisinya yang masih terpukul.

"Belum A1 itu, info tabur bunga. Kayaknya juga enggak pasti akan ikut. Takutnya enggak kuat malah kenapa-kenapa di sana," pungkasnya.

Andy memulai debut karir kemiliterannya di satuan TNI AL tahun 2010. Pernah berdinas di Merauke dari tahun 2010 hingga 2016 di bagian Komunikasi Sandi.

Selepas itu, Andy berpindah dinas di Kota Surabaya. Hingga akhirnya, ia ditugaskan di armada kapal selam buatan industri Howaldtswerke, Kiel, Jerman Barat, KRI Nanggala 402.

Baca juga: Korban KRI Nanggala 402, Ibunda Akui Kopda Eka Kharisma Dwi Datang Lewat Mimpi: Pulang Basah Kuyup

Sekadar diketahui, empat hari pascadikabarkan hilang dan dalam target operasi pencarian, Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan laut sis utara Pulau Bali, pada Sabtu (24/4/2021), statusnya telah dinaikkan yang sebelumnya disebut submiss (hilang kontak), kini menjadi subsunk (tenggelam).

Penetapan status kapal selam KRI Nanggala 402 menjadi tenggelam dilakukan setelah TNI menemukan sejumlah bukti autentik.

Berdasarkan bukti autentik yang ditemukan itu, memberi isyarat posisi KRI Nanggala 402 dalam posisi tenggelam. Antara lain pelusur tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, dan botol oranye yang biasa digunakan sebagai pelumas periskop kapal selam.

Ada juga bukti lain, yakni sajadah untuk salat dan spon untuk menahan panas pada presroom. Dua perlengkapan itu biasa digunakan oleh ABK Nanggala.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved