Breaking News:

Berita Tuban

ASN di Tuban Dilarang Mudik Lebaran 2021, Ini Sanksi yang Didapat Jika Nekat Berangkat

Aparatur sipil negara (ASN) juga dilarang mudik sebagaimana aturan dari pemerintah, mulai tanggal 6 mei hingga 17 mei 2021.

SURYA/Mochamad Sudarsono
ASN Pemerintahan Kabupaten Tuban. 

Reporter: Mochamad Sudarsono I Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Larangan mudik lebaran Idul Fitri 1442 H tak hanya berlaku bagi masyarakat biasa. 

Aparatur Sipil Negara (ASN) juga dilarang mudik sebagaimana aturan dari pemerintah, mulai tanggal 6 mei hingga 17 mei 2021.

Seperti halnya di Kabupaten Tuban, ASN dilarang menerabas aturan mudik demi pengendalian Covid-19. 

"ASN juga kita larang mudik," kata Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein kepada wartawan, Rabu (28/4/2021). 

Baca juga: Begini Syarat Mudik Lebaran 2021 Menggunakan Mobil, Simak Daftar Pengecualian Larangan Mudik

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, Polisi Dirikan Posko Penyekatan di Perbatasan Madiun-Nganjuk

Dia menjelaskan, jika masih ada ASN yang nekat mudik maka akan berlaku sanksi atau diterapkan sanksi. 

Adapun sanksi yang akan diterima yaitu bisa peringatan tertulis hingga diberhentikan. 

"Sanksinya macam-macam, sampai diberhentikan dari ASN," ujar mantan Ketua DPC PKB Tuban itu. 

Meski demikian, wabup dua periode itu menyebut berkaitan jarak mudik ini masih relatif. 

Misal saja, warga Rembang bekerja di Tuban, terlebih yang daerah perbatasan, ini kan dekat sekali tapi karena beda provinsi sehingga ketat. 

Baca juga: Masyarakat yang Nekat Mudik Lebaran 2021 ke Gresik Wajib Dikarantina di Stadion Gelora Joko Samudro

Oleh karena itu kembali ke masyarakatnya harus pintar, terlebih protokol kesehatan (prokes) harus ditingkatkan. 

"Kalau aturannya kan sudah jelas, ASN dilarang mudik," pungkasnya. 

Sekadar diketahui, pemerintah telah menerbitkan adendum sebagai SE no 13 tahun 2021, menyikapi masyarakat yang memaksakan pulang lebih awal sebelum tenggat waktu larangan mudik, mulai tanggal 6 mei hingga 17 mei 2021.

SE tersebut mengatur tentang pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April - 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei - 24 Mei 2021).

Penulis: Mohammad Sudarsono
Editor: Pipin Tri Anjani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved