Berita Gresik

Masyarakat yang Nekat Mudik Lebaran 2021 ke Gresik Wajib Dikarantina di Stadion Gelora Joko Samudro

Masyarakat yang tetap bepergian selama periode larangan Mudik Lebaran 2021 ke Kabupaten Gresik wajib dikarantina di Stadion Gelora Joko Samudro.

TRIBUNMADURA.COM/WILLY ABRAHAM
Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) Gresik pada hari Senin (27/7/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Pemkab Gresik tidak main-main terkait larangan Mudik Lebaran 2021.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mengatakan, masyarakat yang tetap bepergian selama periode larangan Mudik Lebaran 2021 ke Kabupaten Gresik wajib dikarantina di Stadion Gelora Joko Samudro untuk melakukan testing dan isolasi.

Fandi Akhmad Yani menuturkan, hal ini dilakukan setibanya mereka di lokasi tujuan.

Ia mengaku menyiapkan tempat Isolasi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Stadion Gelora Joko Samudro yang berada Jalan Veteran tersebut.

Baca juga: Uji Coba Pesawat Amfibi ke Pulau Giliyang Dapat Respons Positif dari Bupati Sumenep Achmad Fauzi

Baca juga: Arema FC Sudah Punya Pengganti Alfredo Vera, Akui Sosok Pelatihnya Asal Eropa Rasa Amerika Latin

Stadion Gelora Joko Samudro masih menjadi tempat yang representatif sebagai rumah sakit darurat.

"Karantina dilakukan difasilitas yang telah disediakan Pemkab, dengan prokes ketat dengan biaya ditanggung pemerintah alias gratis," terang Gus Yani sapaan akrabnya bersama Forkopimda ketika meninjau kesiapan Gejos sebagai tempat isolasi, Senin (26/4/2021).

Orang nomor satu di Kabupaten Gresik ini menekankan prosedur penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Disepakati akan dikarantina selama lima hari, dari bandara langsung dikarantina di Rumah Sakit Haji Surabaya selama dua hari, untuk dilakukan Swab PCR menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi Jawa Timur.

Kabupaten atau kota bertanggungjawab menjemput PMI dari rumah sakit haji untuk dilakukan isolasi di Stadion Gejos sebagai rumah sakit darurat selama tiga hari dan dilakukan Swab ke dua.

"Bagi yang positif akan melanjutkan karantina 14 hari di Gejos, yang negatif bisa pulang kembali ke rumah," paparnya.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, menegaskan kesiapannya siap melakukan penyekatan dan memutar balik pemudik bandel.

"Polres Gresik dan jajaran siap melakukan penyekatan dan pemeriksaan terhadap para pemudik yang akan masuk ke Gresik," katanya.

"Bila ditemukan pemudik yang nekat, akan dikembalikan ke daerah asal," tegas Alumni Akpol 2001 tersebut.

Senada dengan Kapolres, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf. Taufik Ismail,  menegaskan kesiapannya untuk pengamanan.

"Siap mendukung dan berkolaborasi dengan Polres maupun Pemkab Gresik dalam pengamanan larangan mudik lebaran 2021." tandasnya.

Forkopimda Gresik mewanti-wanti lonjakan kasus Covid-19 pada saat libur Idul Fitri 1442 Hijriah. Dilarangnya mudik lebaran oleh pemerintah bukan sekadar surat edaran, namun akan ada tindakan tegas dilapangan. (wil)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved