Berita Sidoarjo

Remaja Pembakar Rumah di Sidoarjo Karena Kalah Game Online Jalani Pemeriksaan, Tak Ditahan Polisi

Remaja pembakar rumah karena kalah main game online di Sidoarjo itu tidak ditahan.

Penulis: M Taufik | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/M TOVIC
Rumah yang dibakar remaja Sidoarjo karena kalah main game, Senin (10/5/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SIDOARJO – Remaja berinisial AFS (15) kini masih menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Sebelumnya, ia diperiksa atas kasus pembakaran rumah di Perumahan Citra Sentosa Mandiri (CSM) Sidoarjo.

Kendati demikian, remaja pembakar rumah itu tidak ditahan.

“Dia masih anak di bawah umur, masih SMP. Tidak ditahan, dan akan kita carikan pendampingan,” kata Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji, Senin (10/5/2021).

Pendampingan itu bisa dari Komnas Anak atau instansi yang menangani urusan anak di Pemkab Sidoarjo.

Baca juga: Pasar 17 Agustus Pamekasan Terbakar, 8 Lapak Pedagang Ludes Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki

Juga tidak menutup kemungkinan dari pihak lain yang memang konsen terhadap urusan anak di Indonesia.

Di sisi lain, dari sejumlah alat bukti yang dikumpulkan polisi serta dalam pemeriksaan terhadap pelaku dan para saksi, diketahui memang remaja itulah pelaku pembakaran terhadap rumah milik Andrianto Asrianto, Sabtu (9/5/2021) malam.

Dalam aksinya, AFS masuk ke rumah korban dengan cara melompat pagar.

Ada saksi yang menyebut, saat itu pelaku sudah membawa korek api dan minyak goreng.

Setelah melewati pagar, pelaku kemudian masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela.

Di dalam rumah yang sedang kosong ditinggal penghuninya berbuka puasa di luar itu, pelaku membakar Kasur di kamar korban, kemudian keluar lagi lewat jendela dan melompat pagar.

Baca juga: Ciri-Ciri Pembakar Perawat di Malang Dikantongi Polisi, Kasus Segera Diungkap dalam Waktu Dekat

Tak lama berselang, api membara di rumah itu.

Dari Kasur yang terbakar sudah membesar dan api menghanguskan rumah.

Kebakaran baru berhasil dijinakkan setelah dua unit mobil PMK dikerahkan ke lokasi kejadian.

Beberapa saat setelah kejadian, bocah pembakar rumah itu diamankan polisi.

Dalam pemeriksaan, dia mengaku memang kerap bermain game online hingga berjam-jam setiap hari.

Selain itu, dia juga mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari lingkungan rumahnya.(ufi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved