Breaking News:

Berita Sumenep

Kasus Pernikahan Dini di Sumenep Tinggi, Wabup Dewi Khalifah Ingatkan soal Kesehatan dan Psikis Anak

Pernikahan dini di Kabupaten Sumenep mencapai 2029 kasus pada tahun 2020, Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah ingatkan soal kesehatan dan mental anak.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Dewi Khalifah, Jumat (21/2/2020). 

Reporter : Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Angka kasus pernikahan dini di Kabupaten Sumenep, Madura, masih tinggi.

Pada 2020, pernikahan dini di Kabupaten Sumenep mencapai 2029 kasus.

Sedangkan pada tahun 2021, dari bulan Januari hingga April, tercatat pernikahan dini sebanyak 533 kasus.

Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah mengatakan, tingginya angka kasus pernikahan dini tidak baik bagi kesehatan reproduksi.

Dewi Khalifah menuturkan, organ reproduksi anak belum siap untuk melakukan hubungan badan dan juga akan mengganggu pada psikologi anak.

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI, Penemuan Mayat di Sumenep hingga Rumah KPM Tak Ditempeli Stiker

"Pernikahan di bawah umur sampai saat ini masih menjadi tradisi di masyarakat kita," kata Dewi Khalifah pada Rabu (2/6/2021).

"Padahal itu berdampak pada kesehatan reproduksi, karena usia anak belum siap," sambung dia.

Ketua Muslimat NU Sumenep ini meminta kepada para orang tua agar tidak memaksakan anaknya menikah pada usia muda, lebih-lebih masih dalam usia sekolah.

"Ini harus ada penekanan dari pihak terkait bagi anak usia rentan sekolah. Hak reproduksi anak harus diperhatikan karena usia anak di bawah 17 atau 18 tahun masih belum siap," ungkap dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved