Berita Pamekasan

Dijebak Tunangan, Wanita asal Pamekasan Terjerat Kasus Hukum, Tak Sadar Terima Titipan Isi Narkoba

Perempuan asal Pamekasan tak sadar terima narkoba dari tunangannya, ditangkap Polres Pamekasan karena kepergok membawa sabu.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Subaidi (kiri) dan Noor Fajari Roziq (kanan), Advokat dari Paralegal Milenial Justitia bersama orang tua (Susmiati) korban saat ditemui sejumlah media di depan Mapolres Pamekasan, Madura, Jumat (11/6/2021). 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Tim kuasa hukum dari Susmiati mendesak pihak kepolisian Polres Pamekasan untuk kembali menangkap satu terduga penyalahgunaan narkoba yang dilepas.

Susmiati merupakan perempuan yang diamankan Polres Pamekasan karena kepergok membawa sabu.

Tim kuasa hukum Susmiati menyebut, satu terduga penyalahguna narkoba yang dilepas itu merupakan otak dan orang yang paham betul terkait sabu yang dipegang kliennya.

Subaidi, Advokat dari Paralegal Milenial Justitia yang mendampingi korban menjelaskan, kliennya yang menjadi korban penangkapan mengaku mendapatkan sabu itu dari tunangannya, Eko (terduga pelaku penyalahguna narkoba yang dilepas).

Ia menceritakan, kliennya saat itu ditangkap pada Kamis 3 Juni 2021 oleh tim Opsnal Satresnarkoba Polres Pamekasan.

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI Warga Diimbau Tak Toron hingga Rapid Test di Arek Lancor Pamekasan

Menurut dia, kliennya menerima sabu tersebut dari Eko yang berstatus tunangan Susmiati.

Kata dia, sebelum terjadi penangkapan, Eko sempat menjelaskan kepada Susmiati bahwa sabu-sabu tersebut disuruh pegang terlebih dulu.

"Setelah dipegang, barang itu akan dibawa ke rumah Deli dan Gedek di Desa Terrak," kata Subaidi kepada sejumlah media, Jumat (11/6/2021).

Menurut Subaidi, pada Kamis, 3 Juni 2021, Eko dan Susmiati ditangkap tim Opsnal Satresnarkoba Polres Pamekasan dan dibawa ke Mapolres Pamekasan.

Namun, saat di Mapolres Pamekasan, satu terduga penyalahguna narkoba yang bernama Eko dilepas dengan alasan penyidik tidak cukup bukti.

Baca juga: Diduga Terlibat Narkoba, 4 Kades di Jember Ditangkap Polda Jatim, 2 Orang dari Kecamatan Tempurejo

Padahal, kliennya (Susmiati) itu mendapat sabu sekira berat 0,32 gram tersebut dari Eko selaku tunangannya.

"Sebelum dilepas, Eko berjanji akan mencari uang dan akan kembali. Tetapi sampai saat ini tidak datang lagi," beber Subaidi.

Atas perbuatannya itu, Sumiati dijerat dengan pasal melanggar pasal 112 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang menyebutkan (setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I).

Sebelumnya, saat dikonfirmasi, Kasatresnarkoba Polres Pamekasan, AKP Bambang Hermanto beralasan, pelepasan satu terduga penyalahgunaan narkoba tersebut karena kurang alat bukti.

Saat itu, Polisi menangkap dua orang yang diduga memakai sabu di Desa Mangar, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.

Namun, satu di antara dua orang terduga penyalahguna narkoba itu dilepas.

"Kami mengamankan kurir narkoba satu orang, dan satunya dilepas karena tidak cukup bukti akhirnya kita keluarkan," kata AKP Bambang, Selasa (8/6/2021) kepada sejumlah media.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved