Breaking News:

Berita Sampang

Pemkab Sampang hanya Andalkan APBN sebagai Sumber Anggaran untuk Program Pelatihan Kerja Tahun ini

DPMPTSP dan Naker Kabupaten Sampang hanya mengandalkan Dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk merealisasikan program pelatihan kerja.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Gedung BLK yang terletak di Jalan Syamsul Arifin Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura saat ini dijadikan ruang isolasi Covid-19. 

Reporter: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kabupaten Sampang hanya mengandalkan Dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk merealisasikan program pelatihan kerja tahun ini.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, program pelatihan guna meningkatkan tenaga kerja yang berkompeten dan memiliki daya saing tinggi awalnya menggunakan dua sumber anggaran, yakni APBN dan APBD Kabupaten Sampang.

Kasi Produktivitas dan Tenaga Kerja DPMPTSP dan Naker Sampang, Ludfi mengatakan, sumber anggaran dari APBD yang dihapus bernilai ratusan juta.

Hal tu disebabkan jika anggaran tersebut tidak bersumber dari APBD murni, melainkan dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBH CHT).

Sedangkan, berdasarkan Peraturan dari Permenkeu yang baru bahwa anggaran yang bersumber dari DBH CHT sasarannya untuk petani tembakau.

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI Bangkalan Viral Akibat Kasus Covid hingga Vaksinasi Massal Warga

"Jadi tahun ini anggaran dari FBH CHT di hapus senilai Rp. 800 juta,” ujarnya, Minggu (13/6/2021).

Menanggapi hal itu, ia mengaku enggan mengambil risiko karena berdampak besar bila menjdi temuan pada kemudian hari.

"Maka kami hanya menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN untuk program pelatihan kerja tahun 2021," tegas lutfi.

Disisi lain, meskipun ada pemangkasan anggaran program pelatihan kerja tetap terealisasi dengan menyiapkan enam paket pelatihan kejuruhan.

Di antaranya, 2 paket pelatihan menjahit, 1 paket tehknik kendaraan ringan, 1 paket pelatihan Komputer, 1 paket tata boga, dan 1 paket teknik las.

Bahkan, sempat membludak jumlah pendaftar pelatihan di paket menjahit hingga mencapai 100 orang lebih.

Sehingga, dilakukan seleksi karena berdasarkan Juknis, jumlah peserta di setiap paketnya ada 16 orang.

"Tapi untuk peserta menjahit dipilih sebanyak 70 peserta, sehingga pelaksanaan paket menjahit dibagi menjadi 4 paket," tutur Lutfi.

"Untuk pelaksananya sudah dimulai sejak 7 Juni 2021 lalu," imbuh dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved