Berita Bangkalan

Bupati Ra Latif Resmi Berlakukan SIKM untuk Warga Bangkalan, Penyekatan di Suramadu Tetap Diterapkan

Bupati Bangkalan Ra Latif resmi berlakukan SIKM, penyekatan tetap diterapkan di Suramadu. Tes antigen dan penerbitan SIKM ini gratis.

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Petugas gabungan memeriksa kendaraan di gerbang tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (28/5/2020). Selama operasi pemeriksaan kepada masyarakat dari luar Jabodetabek yang ingin masuk ke Jakarta diharuskan menunjukkan SIKM, berdasarkan peraturan gubernur (Pergub) Nomor 47 Tahun 2020 yang mewajibkan membawa SIKM sebagai syarat memasuki wilayah Jakarta. 
Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron bersama Forkopimda Jawa Timur memutuskan untuk memberlakukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi warga Bangkalan yang akan keluar masuk Bangkalan-Surabaya. 

SIKM ini akan menjadi 'senjata' bagi warga Bangkalan yang memiliki mobilitas di sektor ekonomi, pelayanan, maupun untuk kepentingan pekerjaan. 

Meski sudah ada SIKM, namun Bupati Bangkalan yang akrab disapa Ra Latif ini menekankan bahwa penyekatan dan pemeriksaan di kaki Suramadu, baik di Bangkalan maupun Surabaya tetap dibuka, khususnya untuk melakukan rapid test antigen on the spot bagi mereka yang tidak memiliki SIKM. 

"Kami ingin menyampaikan terkait pemberlakuan SIKM. Ini berlaku bagi warga Bangkalan yang keluar masuk Surabaya. Ini untuk menghindari kerumunan yang ada di penyekatan, baik di sisi Bangkalan maupun Surabaya," kata Ra Latif, dalam jumpa pers yang dilakukan di BPWS Bangkalan seusai rakor dengan Forkopimda Jatim. 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan juga Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto hadir langsung dalam rakor khusus terkait penanggulangan lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan.

 

Baca juga: Temui Warga Madura dan Ajak Pendemo Sholawatan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Dipuji PCNU Surabaya

Turut hadir juga Kadinkes Jatim, Satgas Covid-19 Jatim lengkap, dan juga jajaran Forkopimda Kabupaten Bangkalan. 

"SIKM ini berlaku untuk tujuh hari. Adapun bagi warga yang akan masuk dari Surabaya ke Bangkalan, tetap mengikuti penyekatan yang ada di wilayah Surabaya," tegas Ra Latif

Lebih lanjut Ra Latif menegaskan, tujuan pemberlakuan SIKM ini selain untuk mengurangi kerumunan, juga mendorong warga untuk proaktif melakukan tracing dan testing. Sebab sistem SIKM ini mengharuskan warga Bangkalan yang mengajukan untuk datang langsung ke Puskesmas dan melakukan tes swab antigen. 

"Jadi masyarakat yang ingin mengajukan SIKM harus menyertakan hasil antigen negatif. Dengan membawa itu, tentu mereka akan diberikan SIKM. SIKM ini dikeluarkan oleh masing-masing kecamatan," tegas Ra Latif

Tidak hanya itu, karena yang mengeluarkan langsung dari kecamatan, maka warga Bangkalan tidak perlu berbondong-bondong datang ke pemkab. Cukup swab antigen di Puskesmas, maka SIKM akan dikeluarkan oleh masing-masing kecamatan. 

"Selain syaratnya harus melampirkan surat kesehatan antigen, juga harus melampirkan surat keterangan domisili Bangkalan," tegasnya. 

Ra Latif menegaskan, SIKM ini telah diberlakukan secara resmi. Bahkan per petang ini, SIKM yang telah diterbitkan se-Bangkalan ada sebanyak 702 surat. 

Mereka yang diizinkan mengajukan SIKM adalah mereka yang bekerja di Surabaya, pegawai negeri sipil (PNS), pedagang, pelayan kesehatan, maupun mereka yang butuh kulakan serta berkegiatan ekonomi dan kepentingan urgen membutuhkan mobilitas untuk ke Surabaya

"Tes antigen dan penerbitan SIKM ini gratis," tambahnya.

Baca juga: Usai Berembuk 30 Menit, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Tutup Aksi Warga Madura dengan Sholawatan

Untuk penyekatan, pihaknya menegaskan, tetap akan diterapkan. Penyekatan ini akan melayani warga yang melintas di Suramadu dengan tidak membawa SIKM. Jika sudah membawa maka mereka tinggal menunjukkan ke petugas. 

"Tak lupa kami imbau ke masyarakat untuk tetap taat protokol kesehatan. Upaya ini tentu kami lakukan untuk menyelamatkan warga dari pandemi. Tolong kebijaksanaannya, dan kami butuh kerja samanya," tegasnya. 

Simak artikel lain terkait Madura, Jembatan Suramadu, penyekatan di Suramadu

FOLLOW JUGA:

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved