Breaking News:

Berita Malang

Pasutri asal Malang Dilaporkan 9 Warga Pasuruan ke Polisi, Diduga Tipu Korban Berkedok Lolos CPNS

Sembilan warga asal Pasuruan melaporkan pasangan suami istri di Kota Malang ke polisi.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Para korban asal Pasuruan saat menunjukkan bukti berupa surat pengumuman Penetapan Nomor Induk Pegawai yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksi penipuan yang dilakukan pasutri asal Kota Malang, Rabu (23/6/2021). 

Reporter : Kukuh Kurniawan | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Sebanyak sembilan warga asal Pasuruan mendatangi Polresta Malang Kota, Rabu (23/6/2021) siang.

Mereka datang untuk melaporkan warga Kota Malang, setelah menjadi korban dugaan penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Ada dua orang yang dilaporkan ke polisi, yaitu seorang perempuan berinisial RN (54) dan seorang laki-laki berinisial MS (54).

Keduanya merupakan suami istri dan tinggal di wilayah Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Seorang korban dugaan penipuan CPNS berinisial SH (56) menjelaskan, awal mengenal terlapor melalui temannya.

Baca juga: Modus Bantuan Covid-19, Hacker Jatim Tipu 30 Ribu Warga Amerika Serikat, Raup Uang Rp 875 Miliar

"Jadi, awalnya suami saya itu kenal dengan pelaku melalui temannya pada akhir Desember 2017," kata kepada TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ).

"Lalu, pelaku menawarkan bisa memasukkan seseorang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) memakai jalur khusus dan tanpa tes," ujarnya.

Korban pun tertarik, lalu "menitipkan" tiga anaknya ke pelaku. Korban juga membayar ke pelaku Rp 132 juta, atas jasa tersebut.

"Pelaku menjanjikan, SK PNS tiga anak saya sudah turun Januari 2018. Setelah ditunggu, ternyata bulan Januari 2018 tidak ada," ungkap dia.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved