Breaking News:

Berita Pamekasan

IKM Rokok di Pamekasan Dapat Pembinaan dari Disperindag, Manfaatkan DBHCHT untuk Stabilitas Ekonomi

Sejumlah IKM yang ada di Kabupaten Pamekasan, Madura, segera mendapatkan manfaat dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Petani tembakau Pamekasan saat merapihkan tanaman tembakaunya, Minggu (8/9/2019). 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Pamekasan segera mendapatkan manfaat dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Manfaat DBHCHT yang akan diberikan terhadap IKM melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan.

Nantinya, Disperindag Pamekasan akan memberikan manfaat DBHCHT ini untuk membina sejumlah IKM yang ada di Kabupaten Pamekasan, Madura.

Kepala Disperindag Pamekasan, Ahmad Sjaifuddin mengatakan, pembinaan yang akan dilakukan terhadap sejumlah IKM tersebut nantinya dalam bentuk sosialisasi.

Hal itu sesuai dengan undang-undang yang telah ditetapkan Bea Cukai.

Baca juga: Napi Rehabilitasi Lapas Pamekasan Unjuk Kreativitas Seni dalam Peringatan Hari Anti Narkoba 2021

Ia merencanakan, sasaran IKM yang akan diberikan sosialisasi terdiri dari bidang industri rokok maupun makanan dan minuman.

“Selama dua hari sosialisasinya dan akan menyasar para IKM, baik itu industri rokok maupun makanan dan minuman,” kata Ahmad Sjaifuddin kepada TribunMadura.com, Sabtu (26/6/2021).

Mantan Kepala Disparbud Pamekasan ini menginginkan, pembinaan IKM itu sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat di Pamekasan.

Selain itu agar Pemkab setempat juga bisa meminimalisir kerugian negara dari peredaran barang kena cukai.

Rencana dia, nantinya kegiatan sosialisasi itu akan dimonitori Bea Cukai dan Bagian Perekonomian Setdakab Pamekasan selama kurang lebih dua hari dengan peserta sekitar 50 orang setiap harinya.

Kepala Disperindag Pamekasan, Ahmad Sjaifuddin.
Kepala Disperindag Pamekasan, Ahmad Sjaifuddin. (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

“Kami hanya akan melibatkan 50 orang peserta, karena keterbatasan anggaran," bebernya.

Menurut Ahmad, sebelumnya, pembinaan terhadap IKM ini pernah dilakukan pada tahun 2020 lalu.

Namun untuk tahun 2021 ini, Pemkab Pamekasan akan memprioritaskan IKM yang belum tersentuh sosialisasi.

“Dari rencana 100 IKM yang akan ikut nanti 50 persen dari IKM baru dan sisanya dari IKM yang lama," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved