Virus Corona di Malang

11 Tenaga Kesehatan Terkonfirmasi Covid-19, Puskesmas Pakisaji Malang Tutup Pelayanan Poli

Pelayanan poli Puskesmas Pakisaji Kabupaten Malang masih ditutup. 11 orang tenaga kesehatan terkonfirmasi positif Covid-19.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/ERWIN WICAKSONO
Puskesmas Pakisaji Malang masih menutup pelayanan poli bagi masyarakat umum, Senin (28/6/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Puskesmas Pakisaji, Kabupaten Malang, masih menutup pelayanan poli bagi masyarakat umum hingga Senin (28/6/2021).

Tampak ada papan pengumuman di pintu masuk Puskesmas Pakisaji yang berbunyi ruangan-ruangan Puskemas Pakisaji masih dilakukan disinfeksi atau sterilisasi.

"Puskesmas (Pakisaji) masih dibersihkan atau desinfeksi terlebih dahulu," kata Camat Pakisaji, Mumuk Hadi Martono ketika dikonfirmasi.

Kata Mumuk, pelayanan Puskesmas Pakisaji yang dihentikan hanya pelayanan poli.

"Untuk kantor dan poli tutup. Sedangkan pelayanan IGD masih tetap buka. Jadi pelayanan yang mendesak saja," ujar Mumuk.

Baca juga: Klaster Keluarga dan Institusi Dominasi Daftar Pasien Covid-19 yang Dirawat di RSLI Surabaya

Puskesmas Pakisaji memiliki 50 orang tenaga kesehatan.

Mumuk memastikan, jumlah tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 11 orang.

Selain itu, seluruh tenaga kesehatan telah menjalani vaksinasi Covid-19 dan tes PCR.

"Kondisi seperti ini sudah umum terjadi ya. Saat ini bagaimana kami meminimalisir dampak penyebaran tersebut dengan membatasi pelayanan," bebernya.

Mumuk menerangkan, kondisi para tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 telah berangsur membaik.

"Semuanya mereka OTG (orang tanpa gejala)," jelasnya.

Baca juga: Tujuh Anggota PSC 119 Kota Malang Terkonfirmasi Covid-19, Kasus Berawal dari Anggota Admin Positif

Mumuk menjelaskan penutupan layanan Puskesmas Pakisaji pernah dilakukan beberapa lalu dengan penyebab yang sama.

"Sebetulnya dulu pernah ada (nakes yang terpapar corona) perorangan bergantian. Namun ini yang cukup banyak," katanya.

Menurut Mumuk, tenaga kesehatan memang rentan terpapar Covid-19.

"Kita kan tidak tahu berhadapan dengan siapa (virus). Nakes pun lebih rawan lagi tertular (Covid-19," papar Mumuk.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved