Breaking News:

Wabah Virus Corona

AWAS KELIRU! Berikut Cara Membedakan Sakit Tenggorokan Biasa dengan Gejala Terinfeksi Covid-19

Tribunners jangan parno dulu! Begini cara membedakan sakit tenggorokan biasa dengan sakit tenggorokan gejala Covid-19.

Editor: Elma Gloria Stevani
Freepik.com
LIPI mencatat virus Corona varian Delta menjadi penyebab 95% kasus Covid-19 di Indonesia. Yang tak kalah penting diketahui, salah satu gejalanya adalah sakit tenggorokan! 
Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM - Ketakutan di masa pandemi seperti sekarang banyak mengundang pemikiran negatif seperti mengaitkan segala penyakit dengan Covid-19.

Semua penyakit pasti dikaitkan dengan gejala virus tersebut. Salah satu penyakit yang dihubungkan yakni sakit tenggorokkan.

Hal tersebut disandingkan karena gejala awal pasien positif corona pasti akan terganggu di bagian alat pernapasan, sebab itu tidak heran jika sakit tenggorokkan disandingkan sebagai gejala Covid-19.

Seperti sudah banyak informasi yang menyebutkan, nyeri tenggorokan memang merupakan masalah umum yang kerap terjadi di kesehatan seseorang.Akan tetapi, nyeri tenggorokan tidak selalu disebabkan oleh infeksi virus corona tipe baru, SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab Covid-19.

Melansir Kompas, LIPI mencatat virus Corona varian Delta menjadi penyebab 95% kasus Covid-19 di Indonesia. Yang tak kalah penting diketahui, salah satu gejalanya adalah sakit tenggorokan!

Ya, memang, selain dikenal sebagai varian Covid-19 paling menular di dunia saat ini, varian Delta dikatakan memiliki gejala yang lebih khas ketimbang gejala klasik seperti batuk, kehilangan rasa atau penciuman, dan demam.

Profesor Epidemiologi Genetika di King's College London, Tim Spector, mengatakan bahwa gejala dari infeksi varian Delta terasa seperti flu berat. Beberapa gejala yang kerap dilaporkan adalah demam, pilek, sakit kepala, bahkan hingga gejala yang sering dirasakan ketika panas dalam, yakni sakit tenggorokan.

Dengan begitu, muncul kekhawatiran di masyarakat, ketika merasa tak enak badan dan sakit tenggorokan, maka orang tersebut sudah pasti terinfeksi Covid-19 varian Delta. Hmmm.. apa benar?

Perbedaan sakit tenggorokan biasa dan gejala Covid-19

Meski disebut sebagai gejala umum oleh beberapa ahli kesehatan, sakit tenggorokan yang kamu alami bukan selalu berarti gejala Covid-19. Maka itu, sebelum merasa kalut dan paranoid, ada baiknya kamu memahami perbedaan sakit tenggorokan biasa dengan gejala Covid-19.

Umumnya, sakit tenggorokan ditandai dengan beberapa gejala, salah satunya nyeri, kering, dan gatal di tenggorokan. Melansir Mayoclinic, penyebab umum sakit tenggorokan adalah infeksi virus, salah satunya virus yang menyerang saluran pernapasan seperti flu dan Covid-19.

Eits, tetapi ada catatan yang harus diperhatikan! Mengutip OSF Healthcare, sakit tenggorokan karena infeksi virus selalu diiringi dengan gejala khas lain, seperti demam, batuk, pilek, atau kelelahan. Untuk Covid-19, biasanya juga muncul gejala khas yang klasik seperti sesak napas dan kehilangan penciuman dan perasa.

dr. Brian Curtis, spesialis internal medicine dari Illinois, AS, mengatakan hanya 5-10 persen pasien Covid-19 yang mengalami gejala tunggal sakit tenggorokan.

Jadi, jika menderita sakit tenggorokan tanpa diiringi gejala khas virus lainnya, kecil kemungkinan kamu terinfeksi virus Corona. Bisa jadi, ada penyebab lain seperti strep throat, radang amandel, radang tenggorokan (faringitis), atau hanya gejala panas dalam.

Untuk mencegah kepanikan tersebut, penting bagi kamu dan keluarga melakukan tindakan preventif untuk mencegah panas dalam dan sakit tenggorokan

Dirangkum dari MayoClinic, ada beragam upaya untuk mencegah sakit tenggorokan, misalnya, memperbanyak konsumsi air putih, menghindari makanan pedas, tidak merokok dan menjauhi asap rokok, membatasi asupan alkohol dan kafein, rajin mencuci tangan, dan meningkatkan daya tahan tubuh dari infeksi virus dan bakteri.

Namun, ada berbagai hal lain yang juga bisa menyebabkan terjadinya nyeri tenggorokan.

Berikut beberapa penyebab nyeri tenggorokan, yang berhasil TribunMadura.com rangkum dari Men's Health. Diantaranya:

1. Flu

Flu sering dianggap sama seperti pilek biasa atau common cold. Padahal, keduanya adalah masalah yang berbeda. Flu merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus influenza.

Penderita flu bisa merasakan beragam gejala, seperti tenggorokan terbakar, demam, panas-dingin, hidung tersumbat, sakit kepala, serta perasaan tidak enak badan.

Penderita flu juga biasanya bisa membaik dalam hitungan hari dengan istirahat yang cukup, obat pereda nyeri, seperti Tylenol atau Advil dan bahkan semangkuk sup ayam hangat.

Bila nyeri tenggorokan atau gejala lainnya terasa memburuk atau berlangsung lebih dari dua pekan, penderita flu disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.

Misalnya, nyeri tenggorokan disertai dengan demam 38 derajat Celcius atau lebih tinggi, panas-dingin atau nyeri di badan, kesulitan mengunyah atau menelan atau nyeri di leher.

2. Mononukleosis

Mononukleosis disebabkan oleh virus Epstein Barr. Penyakit ini sangat menular melalui cairan tubuh seperti air liur.

Salah satu gejala dari mononukleosis adalah nyeri tenggorokan yang berat. Gejala ini umumnya disertai dengan gejala lain seperti kelelahan ekstrem, demam, nyeri tubuh, pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan ketiak, pembengkakan limpa, dan bercak merah pada kulit.

Infeksi ini bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, pada beberapa kasus, komplikasi yang serius bisa terjadi. Periksakan diri ke dokter bila kondisi tak membaik dalam waktu satu pekan atau lebih.

3. Alergi

Alergi atau iritasi dan perasaan seperti terbakar pada tenggorokan bisa disebabkan oleh reaksi alergi terhadap serbuk sari, debu, asap rokok, jamur. atau kulit mati hewan. 

Obat bebas dapat meringankan gejala akibat reaksi alergi. Namun, akan lebih baik menghindari pemicu alergi sebagai upaya pencegahan.

4. Tonsilitis

Tonsilitis atau radang amandel dapat memicu gejala nyeri pada tenggorokan. Gejala lainnya adalah amandel yang memerah dan membengkak atua memiliki bercak putih, lapisan putih atau kuning pada lidah, leher kaku, dan bau mulut. Kabar baiknya, infeksi virus ini bisa membaik dengan sendirinya dalam waktu empat hingga 10 hari.

5. Pilek

Dan penyebab sakit tenggorokkan terakhir, bisa disebabkan oleh penyakit pilek. Pilek merupakan penyebab paling umum terjadinya nyeri tenggorokan atau faringitis. 

Tenggorokan yang terasa gatal sering kali menjadi gejala pertama yang muncul dari pilek. Gejala ini kemudian diikuti oleh keluarnya ingus, bersin, batuk, dan kelelahan.

Seseorang biasanya bisa pulih dari pilek dalam waktu beberapa hari. Beberapa obat seperti ibuprofen dan asetaminofen dan bahkan teh hangat dapat membantu meredakan rasa terbakar pada tenggorokan ketika pilek.***

Simak artikel lain terkait gejala Covid-19

Simak artikel lain terkait virus corona

Simak artikel lain terkait sakit tenggorokan

FOLLOW JUGA:

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sakit Tenggorokan Sudah Pasti Covid-19? Baca Ini Dulu Sebelum Parno!

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved