Berita Terpopuler
BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI Ancaman Pencabutan Izin Orkes hingga Duplikasi Data Bantuan PKL
Berita Madura terpopuler hari ini dibuka dengan langkah tegas yang diambil Pemkab Sampang pada masa perpanjangan PPKM level 4.
TRIBUNMADURA.COM - Berikut Berita Madura terpopuler edisi hari ini Selasa 27 Juli 2021.
TribunMadura.com merangkum sejumlah berita menarik dari wilayah Madura dalam Berita Madura terpopuler.
Berita Madura terpopuler hari ini dibuka dengan langkah tegas yang diambil Pemkab Sampang pada masa perpanjangan PPKM level 4.
Pemkab Sampang tidak segan mencabut izin pemilik orkes dangdut yang berani pentas saat Pandemi Covid-19.
Berita selanjutnya, puluhan pondok pesantren di Kabupaten Sumenep ternyata belum mengantongi Surat Izin Operasional.
Data yang tercatat di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep mengungkap, ada 39 pondok pesantren yang belum mengantongi surat izin.
Pemkab Pamekasan menghentikan pencairan Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) khusus Pedagang Kaki Lima (PKL) menutup Berita Madura terpopuler hari ini.
Dihentikannya pencairan bantuan JPS tahap tiga ini karena banyaknya temuan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perihal adanya duplikasi data penerima.
1. Pemkab Sampang Ancam Cabut Izin Pemilik Orkes Dangdut
Pemkab Sampang, melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang, Madura berikan peringatan terhadap pemilik orkes dangdut yang berani pentas saat Pandemi Covid-19.
Jika diketahui menggelar pertunjukan orkes dangdut, instansi yang berlokasi di Jalan Rajawali Kecamatan Sampang tersebut siap memberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin orkesnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disporabudpar Sampang, Marnilem mengatakan, bahwa selama masa pandemi Covid 19, pihaknya tidak pernah mengeluarkan rekomodasi tampilnya group orkes di wilayah kerjanya.
Akan tetapi, menurutnya masih ada grup orkes yang berani pentas meskipun tidak ada surat rekomendasi.
"Sambil lalu kami akan berkoordinasi dengan Kepala Bidang (Kabid) yang membidangi ini, agar nantinya bisa berkoordinasi dengan pimpinan group orkes untuk tidak melakukan pertunjukan di masa situasi yang masih pandemi dan pembatasan kegiatan," ujarnya.
Dirinya menegaskan, jika nantinya pemilik orkes di wilayah kerjanya tetap membandel pihaknya akan segera bertindak dengan memanggil pimpinan orkes.