Berita Terpopuler
BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI Bendera Putih di Pamekasan - Potret Kapolres Bangkalan Suapi Kakek
Berita Madura terpopuler yang dirangkum Redaksi TribunMadura.com untuk edisi Sabtu 31 Juli 2021.
Menurutnya, pekerjaan hotmix di Guluk-Guluk sudah rusak dan ambruk, padahal pekerjaan itu baru beberpa hari selesai dikerjakan.
"Jelas menandakan lemahnya pengawasan dan kontrol oleh Dinas PU Bina Marga Sumenep sebagai leading sektor pekerjaan ini," kata Sayfiddin pada media ini, Jumat (30/7/2021).
Apalagi kata dia, dari ketebalan diduga tidak sesuai spek yang ada. Sehingga jalan itu cepat ambruk dan rusak.
Bahkan katanya, dirinya juga meragukan uji lab hotmix untuk pemeliharaan jalan raya di Guluk-Guluk itu. Karena kalau uji lab-nya sesuai spek sudah pasti hasilnya pekerjaan itu akan bertahan lama dan tidak mudah rusak atau pecah-pecah.
"Saya juga menduga Hotmix yang digunakan untuk jalan di Guluk-Guluk itu belum di uji lab, sehingga belum seberapa sudah rusak," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep, Eri Susanto, melalui Kabid Pemeliharaan Jalan Sufriyadi mengatakan pekerjaan itu belum selesai karena belum serah terima.
"Pekerjaan itu belum selesai karena belum serah terima," katanya.
Terkait dengan ketebalan Hotmix untuk pemeliharaan berkala jalan Guluk-Guluk – Ketawang Laok itu 6 Cm.
"Untuk ketebalan 6 Cm plus minus artinya kami akan kroscek kelapangan akan melakukan pengukuran. Jadi yang akan kami bayar sesuai yang sudah dikerjakan, kalau tebal 5 Cm ya kami bayar sesuai itu, yaa kalau rata-ratanya 5,9 ya kami bayar sesuai ketebalannya," terangnya.
Ditanya soal ambruknya jalan tersebut, pihaknya mengaku akan memanggil pemborongnya dan akan melakukan pengawasan kebawah.
"Pekerjaan itu belum selesai mas, karena pekerjaanya masih selama 6 bulan sampai bulan September 2021. Jadi kami akan kroscek ke lapangan jika ada yang rusak kami akan panggil lagi pemborongnya," pungkasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan penelusuran media ini, di website resmi LPSE Sumenep tender pekerjaan pemeliharaan berjalan jalan Guluk-Guluk – Ketawang Laok itu dimenangkan oleh CV. Sinar Anugrah yang beralamat di jalan Kemuning W6 Kolor Sumenep dengan pagu anggaran Rp. 974 sedangkan harga terkoreksinya sekitar Rp. 952 juta.
3. Aksi Kapolres Bangkalan Menyuapi Pria Renta
Ajudan Bripda Wahyu Hidayatullah serta driver atau sopir Bripda Fanny Fajar dibuat kaget dengan perintah Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino agar menghentikan laju mobil dinas Suzuki Grand Vitara tepat di Jalan Soekarno-Hatta, Jumat (30/7/2021).
Rasa empati Alith sebagai respons atas kondisi orang lain mengurungkan niatnya memasuki gerbang Mapolres Bangkalan.